RADARSITUBONDO.ID - Pemkab Situbondo memberikan apresiasi terhadap santri Ponpes Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo yang berhasil meraih juara umum dalam ajang Musabaqah Qiratil Kutub (MQK) 2025 di selenggarakan di Provinsi Sulewesi, baru-baru ini.
Sebagai bentuk apresiasi dan rasa bangga, Pemkab menggelar ‘Kirab Penyambutan Sang Juara’, kemarin (8/10).
Kirab dimulai sejak pukul 07.00 WIB. Pemberangkatan dimulai dari Wisma Wakil Bupati, dilanjutkan ke Pondapa Rakyat Situbondo.
Di tempat ini mereka disambut dan ditemui langsung oleh Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo.
Kemudian perjalanan kirab dilanjutkan kembali menuju Ponpes Sukorejo di Kecamatan Banyuputih.
Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas keberhasilan para santri Ponpes Salafiyah Syafiyah Sukorejo sebagai juara umum dalam ajang MQK tingkat nasional 2025 (Musabaqah Qiraatil Kutub).
Bagi Ulfi, keberhasilan ini merupakan penghargaan tiada terkira.
Sebab, selain mengharumkan nama baik pondok pesantren, mereka juga mengharumkan nama Pemkab Situbondo.
"Alhamdulillah delegasi dari ponpes Sukorejo di MQK meraih juara umum. Ini tidak hanya di dalam kabupaten, tapi sudah skala nasional," ujar Mbak Ulfi kepada Koran ini.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih satu jam dari pendapa, rombongan disambut antusias oleh pengurus IKSASS Rayon Situbondo dan para santri di Masjid Jamik Ibrahimy.
Semua santri melakukan sujud syukur atas anugerah keberhasilan tersebut.
Tak lupa, para santri yang menjadi delagasi ke MQK 2025, bersama-sama sowan ke makam KHR Syamsul Arifin.
Ini sebagai simbol kembalinya mereka ke pondok pesantren, sekaligus rasa terima kasih.
"Awalnya kita pamit, kembali ke pesantren kita juga pamit," ucap Ulfi.
Alumi Pesantren Sukorejo ini juga menjelaskan, sebagai bentuk perhatian terhadap para santri yang juara, pengasuh Ponpes Sukorejo KHR Achmad Azaim Ibrahimy memberikan hadiah umroh.
Selain itu, juga pembebasan Uang Tahunan Pesantren (UTAP) selama tiga tahun atau selama pendidilan di Ma'had Aly.
"Pemkab hanya bisa mensupport perjalanan ke bandara saja. Lain-lainnya sudah diakomodir dari Kemenag Situbondo dan Kanwil Kemenag Jatim. Untuk penghargaan kepada mereka, kami masih diskusi dengan mas bupati," ujarnya.
Kata Ulfi, Kiai Azaim menyampaikan, bahwa sebagai wakil rakyat, berharap bisa mengakomodir apa yang menjadi kebutuhan para santri.
Tidak hanya santri Sukorejo, tetapi semua santri yang di Kabupaten Situbondo.
Kedua, Pemkab Situbondo harus juga bisa mengadakan seleksi terkait pembacaan kitab kuning di semua pondok pesantren.
"Semua pondok pesantren di Situbondo harus ada seleksi. Sehingga tiga tahun kedepan kita bisa menyiapkan kader untuk berangkat ke tingkat nasional," katanya.
Disebutkan, dengan prestasi membanggakan semacam ini, maka akan menjadi potret bahwa santri pondok pesantren di Situbondo dapat memotivasi semua santri.
Sehingga, tidak hanya bersaing di internal saja, bahkan bisa bersaing dan meraih juara tingkat nasional.
"Ini bekal untuk generasi santri yang mondok di pesantren kurang lebih 200 pondok pesantren di Situbondo," pungkasnya. (rif/pri/adv)
Editor : Edy Supriyono