RADARSITUBONDO.ID - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpusip) Kabupaten Situbondo menggelar Festival Literasi Situbondo (FLS) di Alun-alun Kota.
Tak tanggung, kegiatan berlangsung lima hari berturut-turut dengan mengangkat tema “Budaya literasi bangkitkan generasi-generasi cerdas Situbondo Naik Kelas”. Pembukaan akan dilakukan Sabtu (11/10) berakhir pada hari Rabu (15/10).
Kepala Bidang Perpusip Situbondo, Imas Susilo Wicaksono, mengaku telah mendapat alokasi khusus dari Perpustakaan Nasional pada tahun 2020. Salah satu mandatnya harus melaksanakan festival literasi.
Hal tersebut disambut dengan penuh bahagia sehingga dilaksanakan dengan meriah.
“Acara ini (festival literasi) salah satu cara untuk meningkatkan literasi di masyarakat, meningkatkan kegemaran membaca. Lebih dari itu, Perpusip Situbondo juga lebih dikenal kiprahnya. Kemudian kecintaan terhadap buku juga lebih meningkat,” ungkap pria yang akrab disapa Mas Imas itu, Jumat (10/10).
Dia menerangkan, FLS tidak hanya menjadi ajang untuk meningkatkan literasi masyarakat, tetapi juga sebagai upaya untuk menumbuhkan kecintaan terhadap buku dan membaca di tengah masyarakat yang semakin akrab dengan gadget.
“Saat ini masyarakat khususnya pemuda lebih banyak bermain gadged. Setidaknya meminimalisir kecanduan terhadap gadget dan beralih ke pecinta buku,” katanya.
Kata Mas Imas, pagelaran berlangsung dari tanggal 11 hingga 15 Oktober. Sehingga, pihaknya mengundang masyarakat untuk turut serta dan meramaikan acara agar semakin meriah.
Bila perlu gunakan ponselnya masing-masing untuk meramaikan even di status media sosialnya masing-masing.
“Mari kita dukung bersama upaya peningkatan literasi dan kecintaan terhadap buku di Situbondo,” ujarnya.
Untuk rangkaian acara yang bakal disuguhkan serba menarik.
Ada pameran buku, bedah buku, lomba mewarnai, pelatihan reporter cilik, hingga peluncuran buku dan biografi tokoh ternama.
Suguhan, ada musik, penampilan seni, lomba mewarnai, lomba murai, lomba kliping, dan lain-lain.
“Festival ini diharapkan dapat menjadi momentum penting bagi peningkatan budaya literasi di Situbondo,” tuturnya.
Dia berharap, FLS bisa menjadi agenda tahunan yang rutin dilaksanakan dan mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah serta seluruh elemen masyarakat.
Dukungan sangat penting untuk memastikan bahwa kecintaan terhadap literasi terus tumbuh dan berkembang di kalangan masyarakat, terutama di kalangan pemuda Situbondo.
“Kegiatan besar ini tentu bukan yang pertama dan terakhir, tahun depan dan tahun selanjutnya bisa menjadi agenda rutin tahunan,” tutup mas Imas. (hum/pri/adv)
Editor : Edy Supriyono