RADARSITUBONDO.ID - Mengunjungi Festival Literasi Situbondo (FLS) bukan hanya mendapat rangsangan baru tentang dunia literasi. Di pameran buku tersebut, pengunjung juga bisa membaca sekitar 20 buku karya warga lokal Kota Santri. Dari buku Kiai As'ad sang Pahlawan Nasional hingga buku Situbondo Kota Sederahana.
Begitu masuk ke pameran buku, pengunjung bakal melihat foto-foto bupati pertama hingga bupati yang menjabat saat ini. Ada juga pajangan buku dan foto musium daerah, stand buku super lengkap dari Gramedia Jember, pameran perpustakaan dari sekolah dan desa, termasuk pameran buku yang ditulis warga lokal Situbondo.
Pecinta buku bukan hanya dimanjakan dengan belanja buku, tapi juga mendapat suguhan forum beda buku. Forum diskusi gemar membaca, dan suguhan menarik lain yang bisa dinikmati.
“Kalau hanya mau membaca sejarah, baca buku, bisa. Tahun ini belum ada pameran kulinernya, jadi yang hadir benar-benar orang yang sadar dengan ilmu,” ungkap Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpusip) Dwi Herman Susilo, Jumat (13/10).
Kata dia, pengunjung yang datang untuk membaca dan membeli buku cukup banyak. Ini merupakan langkah strategis bagi Perpusip untuk mengembangkan pameran buku agar lebih bagus dan lebih meriah lagi.
“Bagi kami acara ini benar-benar membawa manfaat dan sifatnya sangat mendidik,” kata Dwi Herman Susilo.
Khoirun Nisa, salah satu penjaga bazar buku lokal, menegaskan, ada 20 judul buku karya lokal yang dipajang sekaligus dijual belikan.
“Semua yang kami pajang adalah hasil karya lokal. Penulis warga Situbondo, buku lain ya bisa didapat di pameran buku gramedia yqang juga lagi buka stand bareng kami,” tuturnya.
Pustakawan Perpusip Situbondo, Eni menerangkan, selain bazar buku dari Jember, semua stand yang berdiri merupakan binaan perpusip Situbondo. Dia bersyukur bahwa buku karya lokal banyak diborong oleh pecinta buku.
“Yang dihadirkan dalam pameran kali ini adalah binaan perpusip,” pungkas Eni. (hum/pri)
Editor : Edy Supriyono