Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

50 Penulis Takanta ID Kompak, Tiap Bulan Terbitkan Buku Lokal di Situbondo!

Moh Humaidi Hidayatullah • Rabu, 15 Oktober 2025 | 02:52 WIB
Komunitas Takanta ID beranggotakan 50 penulis aktif di Situbondo. Tiap bulan rutin menerbitkan buku dan e-book lokal.
Komunitas Takanta ID beranggotakan 50 penulis aktif di Situbondo. Tiap bulan rutin menerbitkan buku dan e-book lokal.

RADARSITUBONDO.ID - Ada banyak hal menarik pada giat Festival Literasi Situbondo (FLS).

Diantaranya kehadiran komunitas penulis yang diberi panggung untuk membedah buku berjudul Situbondo Dalam Ingatan. 

Ternyata komunitas ini berisi 50 an peserta, tiap bulan bisa menerbitkan karya tulis.

Malam ke tiga dalam acara FLS ada bincang buku Situbondo Dalam Ingatan.

Yang menjadi pembicara adalah penulisnya, Mohammad Imron. Dia termasuk ketua komunitaa Takanta id, yang sudah berdiri sejak tahun 2013.

Mulanya bernama Komunitas Muda Situbondo dan tahun 2017 berganti nama menjadi Takanta ID.

Dalam komunitas tersebut, sudah ada 50 anggota yang dianggap aktif menulis.

Hasil tulisan mereka dikumpulkan lalu dijadikan sebuah karya yang bisa dibaca banyak orang.

Kegiatannya tidak muluk-muluk, yaitu menulis selanjutnya berdiskusi, jika hasil karyanya bagus diceta jadi buku.

Melalui Media Sosial (Medsos) salah satunya grup WhatsApp, anggota komunitas ini dapat berbagi hasil tulisan dan memberikan umpan balik kepada satu sama lain.

Komunitas ini juga aktif mengadakan kegiatan menulis dan menerbitkan ebook sebulan sekali secara rutin sebagai bukti bahwa literasi di Situbondo hidup.

Hasil yang ditorehkan cukup banyak, buku-buku yang diterbitkan sudah puluhan buku, diantaranya terbitan baru buku Situbondo dalam ingatan.

“Alhamdulillah Takanta ID dapat menjadi wadah bagi para penulis muda untuk mengembangkan bakat menulis dan berbagi pengalaman,” ujar Mohammad Imron, Selasa (14/10).

Pria kepala satu itu, mengaku Festival Literasi yang dihadiri menjadi salah satu acara yang dinantikan oleh komunitas ini, sebagai ajang untuk mengapresiasi penulis dan pecinta sastra.

 

Kegiatan tersebut diharapkan dapat memotivasi lebih banyak orang untuk menulis dan mengembangkan kemampuan sastra mereka.

“Bagi kami acara ini cukup mengapresiasi bagi para penulis, setidaknya memberi wadah dan semangat bagi penulis dan pecinta sastra,” tegas Imron.

Di era serba digital ini, dia berpendapat jika membaca koran adalah cara yang ampuh untuk mengalihkan perhatian dari gadget ke koran.

Setidaknya organ tubuh bisa beristirahat sejenak dari kecanduan gadget.

“Saya langganan koran Jawa Pos Radar Situbondo, bacanya lebih asyik bisa sambil minum kopi, selain itu mengalihkan ketergantungan pada HP. Di koran juga banyak ditemukan karay sastra yang diterbitkan secara nasional, ada berita olahraga juga dan rekomendasi buku,” pungas Imron. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
#penulis #Festival Literasi 2025