Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Tahun 2024 Jadi Tahun Terpanas Indonesia dalam 44 Tahun

Bayu Shaputra • Kamis, 16 Oktober 2025 | 20:45 WIB
Ilustrasi cuaca panas.
Ilustrasi cuaca panas.

RADARSITUBONDO.ID - Indonesia mencetak rekor baru dalam catatan cuaca nasional. Menurut analisis resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika yang merujuk pada 117 titik pengamatan, tahun 2024 resmi menjadi tahun terpanas sejak pencatatan dimulai pada tahun 1981.

Data menunjukkan bahwa suhu rata-rata di seluruh Indonesia mencapai 27,53 derajat Celsius, yang lebih tinggi 0,8 derajat Celsius dibandingkan dengan rata-rata normal antara 1991 dan 2020 yang sebesar 26,7 derajat Celsius.

 Baca Juga: PPG Prajabatan atau Daljab 2025? Panduan Lengkap Memilih Jalur yang Tepat

Selama 44 tahun terakhir, suhu terus meningkat dengan pola yang jelas dan sangat mengkhawatirkan. Suhu rata-rata di Indonesia meningkat sebesar 1,02 derajat Celsius setiap 44 tahun, sedangkan suhu terendah meningkat lebih tajam hingga 1,64 derajat Celsius dalam waktu yang sama.

Menariknya, suhu tertinggi hanya meningkat lebih sedikit dengan kenaikan 0,85 derajat Celsius, menunjukkan bahwa malam hari menjadi lebih hangat dengan lebih cepat daripada siang hari.

 Baca Juga: Tablet Gaming Terjangkau! Ulasan Mendalam Vivo Pad 5e dengan Snapdragon 8s Gen 3 dan Layar 12,1 Inci

Lima tahun dengan suhu tertinggi dalam sejarah Indonesia menunjukkan adanya peningkatan pemanasan yang nyata. Tahun 2024 menjadi yang terpanas dengan selisih 0,85 derajat Celsius, diikuti oleh tahun 2016 dengan selisih 0,59 derajat Celsius, kemudian 2023 dengan 0,49 derajat Celsius, tahun 2020 dengan 0,45 derajat Celsius, dan tahun 2019 dengan 0,37 derajat Celsius. Ini menunjukkan bahwa empat dari lima tahun terpanas terjadi dalam sepuluh tahun terakhir.

 Baca Juga: Resmi Dibuka 14 Oktober! Ini Syarat Pendaftaran PPG Calon Guru 2025

Fenomena suhu ekstrem di tahun 2024 mencapai titik tertinggi pada bulan Oktober ketika Larantuka, Flores Timur mencatat suhu 38,4 derajat Celsius.

Daerah lain seperti Majalengka, Semarang, dan Bima juga mencatat suhu antara 37-37,8 derajat Celsius. Selisih suhu tertinggi dari setiap stasiun tercatat di Stasiun Meteorologi Gusti Syamsir Alam di Kotabaru dengan angka 1,5 derajat Celsius, sedangkan Banda Aceh mencatat selisih terendah yang negatif sebesar 0,2 derajat Celsius.

 Baca Juga: Terasa Sendiri Ditengah Keramaian? Tanda-Tanda Kesepian yang Sering Terlewatkan dan Solusinya

Direktur Informasi Perubahan Iklim BMKG menyebutkan bahwa fenomena El Nino 2023/2024 adalah penyebab utama peningkatan suhu yang sangat tinggi di tahun lalu.

Teori menyatakan bahwa dampak El Nino bisa terasa satu hingga dua tahun setelah fenomena itu selesai, menjelaskan mengapa tahun 2024 lebih panas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Faktor global seperti peningkatan emisi gas rumah kaca dan perubahan lingkungan juga berkontribusi besar pada tren pemanasan dalam jangka panjang.

Prediksi untuk tahun 2025 menunjukkan suhu akan tetap lebih tinggi dari normal meskipun tidak sesuai panasnya tahun 2024. BMKG memperkirakan peningkatan suhu sekitar 0,3 hingga 0,5 derajat Celsius antara bulan Mei dan Juli 2025.

Wilayah yang harus diperhatikan mencakup Sumatera Selatan, Jawa, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur yang mungkin mengalami curah hujan di bawah normal, yang meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran lahan.

Editor : Ali Sodiqin
#Cuaca Panas