RADARSITUBONDO.ID - Tol Jagorawi adalah jalan tol berbayar yang pertama kali ada di Indonesia. Jalan ini dibuka pada tanggal 9 Maret 1978 oleh Presiden Soeharto.
Panjang jalan tol ini adalah 59 kilometer dan menghubungkan Jakarta, Bogor, dan Ciawi. Hal ini menjadi momen penting dalam perkembangan sistem transportasi di negara kita.
Baca Juga: 74 Tahun Prabowo Subianto, Perjalanan Seorang Jenderal yang Tak Kenal Menyerah
Ide untuk membangun jalan tol sebenarnya sudah ada jauh sebelum zaman Orde Baru. Raden Soediro, yang menjadi Wali Kota Jakarta dari tahun 1953 hingga 1960, adalah orang yang pertama kali mencetuskan gagasan untuk jalan berbayar ini. Usulan ini muncul karena pemerintah daerah kesulitan dana setelah membangun Jalan Sudirman dan M. H. Thamrin.
Pada tahun 1955, Soediro mengajukan rencana pembangunan jalan tol ke DPRDS, yaitu Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sementara.
Namun, usulan ini tidak diterima dengan alasan yang beragam, seperti kekhawatiran akan mengganggu lalu lintas dan anggapan bahwa tarif tol serupa dengan pajak kuno dari Belanda yang dianggap tidak lagi relevan.
Baca Juga: Genap 74 Tahun, Presiden Prabowo Prioritaskan Kesejahteraan Rakyat dengan Sederet Program Ini
Pembangunan fisik jalan tol dimulai pada tanggal 25 Mei 1974 dengan peletakan batu pertama di Citeureup. Proyek ini memerlukan biaya yang sangat besar, yaitu sekitar 350 juta rupiah untuk setiap kilometer, totalnya sekitar 16 miliar rupiah. Pemerintah menunjuk Hyundai Construction Co dari Korea Selatan sebagai kontraktor untuk proyek besar ini.
Saat diresmikan pada tahun 1978, segmen Jakarta-Cibinong yang panjangnya 27 kilometer adalah bagian pertama yang mulai beroperasi, dengan hanya dua jalur per arah dan melibatkan 200 karyawan.
PT Jasa Marga didirikan untuk mengelola jalan tol pertama di Indonesia ini, menandakan awal berdirinya perusahaan yang mengoperasikan jalan tol untuk seluruh negara.
Editor : Ali Sodiqin