RADARSITUBONDO.ID - Pemerintah menjamin bahwa harga listrik subsidi untuk rumah tangga pada tahun 2025 tidak akan berubah dan tetap stabil.
Pelanggan dengan daya 450 VA akan membayar Rp415 per kWh, sedangkan mereka yang menggunakan daya 900 VA bersubsidi akan membayar Rp605 per kWh.
Meskipun harga ini terjangkau, penting untuk mengelola penggunaan listrik agar tagihan bulanan tidak menjadi terlalu tinggi.
Baca Juga: Tema & Makna Hari Santri Nasional 2025: ‘Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia’
Kenali Tarif Subsidi Anda
Tarif subsidi berlaku untuk pelanggan sosial, keluarga yang kurang mampu, industri kecil, dan UMKM yang menggunakan listrik untuk usaha mikro, kecil, dan menengah. Dengan tarif yang lebih rendah ini, ada kesempatan yang lebih besar untuk menghemat jika dikelola dengan baik.
Baca Juga: Siswa SMAN 1 Situbondo Sabet Medali Perak OSN 2025, Harumkan Nama Kabupaten di Kancah Nasional!
Strategi Hemat Listrik Efektif
Optimalkan Pencahayaan
Mengganti lampu biasa dengan lampu LED bisa menghemat energi hingga 75%. Lampu LED juga bertahan lebih lama, jadi uang yang dikeluarkan di awal bisa kembali seiring dengan penghematan di masa depan.
Pasang lampu dekat area yang perlu diterangi dan manfaatkan cahaya alami dari luar dengan membuka jendela di siang hari.
Baca Juga: Dampak Orang Tua yang Selalu Membela Anak Walaupun Salah, Ketika Kasih Sayang Salah Arah
Kelola Penggunaan AC
Setiap derajat suhu yang lebih tinggi pada AC dapat menghemat 6-8% energi. Atur suhu AC di 25 derajat Celsius untuk penggunaan listrik yang efisien.
Jangan membuka pintu saat AC menyala dan pastikan ruangan tertutup rapat. Gunakan timer agar AC tidak menyala terus-menerus di malam hari.
Waspadai Vampire Power
Banyak alat elektronik masih menggunakan listrik bahkan saat mati atau dalam mode standby. Pengisi daya yang terpasang, televisi dalam mode standby, dan router yang selalu hidup dapat menghabiskan energi yang sebanding dengan menyalakan kipas angin sepanjang hari. Gunakan power strip dengan saklar untuk memutuskan aliran listrik ke beberapa perangkat sekaligus.
Pilih Peralatan Hemat Energi
Pilihlah alat-alat dengan label hemat energi seperti kulkas inverter dan lampu LED. Meskipun harga awalnya lebih mahal, peralatan hemat energi akan mengurangi biaya bulanan secara signifikan.
Baca Juga: Terlalu Protektif? Ini 5 Efek Buruk Membela Anak Saat Salah pada Mental Mereka
Kebiasaan Sehari-hari
Matikan perangkat elektronik bila tidak digunakan, bukan hanya pada mode standby. Cabut pengisi daya ponsel setelah baterai terisi penuh karena tetap menghabiskan daya listrik. Atur ventilasi agar sirkulasi udara lebih baik sehingga tidak terlalu bergantung pada pendingin ruangan.
Ajak seluruh anggota keluarga untuk menerapkan kebiasaan hemat listrik agar penghematan menjadi maksimal.
Pemantauan Rutin
Periksa secara rutin meteran dan instalasi listrik untuk memastikan tidak ada kebocoran. Hitung kebutuhan listrik sesuai kapasitas yang terpasang.
Jika penggunaan berada di bawah kapasitas, pertimbangkan untuk menurunkan daya yang langganan. Pahami rincian tagihan listrik untuk melihat pola konsumsi yang bisa ditingkatkan.
Baca Juga: 9 Tol Baru Siap Ramaikan 2026, Perkonomian Makin Melesat!
Dengan mengikuti tips ini secara teratur, rumah tangga dengan subsidi dapat mengurangi konsumsi listrik hingga 20-30% per bulan.
Menghemat listrik bukan hanya baik untuk masalah keuangan keluarga, tetapi juga membantu melestarikan lingkungan dan mendukung kelestarian energi nasional.
Editor : Ali Sodiqin