RADARSITUBONDO.ID - Memahami cara menghitung biaya listrik dengan benar sangat penting agar bisa mengatur pengeluaran rumah tangga.
Berita baik bagi masyarakat yang menggunakan PLN, pemerintah memastikan bahwa harga listrik subsidi tidak akan naik sampai akhir Desember 2025.
Baca Juga: Tema & Makna Hari Santri Nasional 2025: ‘Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia’
Sesuai dengan keputusan Kementerian ESDM, harga listrik yang disubsidi untuk periode Oktober sampai Desember 2025 ditetapkan sebagai berikut, untuk pelanggan dengan daya 450 VA, biaya adalah Rp415 per kWh, sedangkan untuk pelanggan daya 900 VA bersubsidi, biayanya Rp605 per kWh.
Kebijakan ini berlaku untuk pelanggan sosial, rumah tangga miskin, industri kecil, dan UMKM agar masyarakat tetap bisa membeli listrik.
Baca Juga: Siswa SMAN 1 Situbondo Sabet Medali Perak OSN 2025, Harumkan Nama Kabupaten di Kancah Nasional!
Cara Menghitung Tagihan Listrik
Menghitung tagihan listrik cukup mudah dengan rumus dasar: Total Tagihan = Penggunaan Listrik (kWh) × Tarif per kWh + Pajak Penerangan Jalan (PPJ).
Sebagai contoh, jika Anda adalah pelanggan 900 VA bersubsidi dengan penggunaan 100 kWh dalam sebulan dan pajak daerah 3 persen, perhitungannya adalah 100 kWh × Rp605 = Rp60. 500. Kemudian tambahkan pajak sebesar 3% (Rp60. 500 × 3% = Rp1.815), jadi total tagihan Anda adalah Rp62. 315.
Baca Juga: Dampak Orang Tua yang Selalu Membela Anak Walaupun Salah, Ketika Kasih Sayang Salah Arah
Perhitungan Token Listrik
Untuk pelanggan yang menggunakan prabayar, perhitungannya sedikit berbeda. Jumlah yang digunakan untuk membeli token akan dihitung menjadi kWh setelah dikurangi pajak terlebih dahulu.
Misalnya, jika Anda membeli token seharga Rp50. 000 dengan daya 900 VA dan pajak 3%. Pertama, kurangi pajak: Rp50. 000 - (Rp50. 000 × 3%) = Rp48. 500. Kemudian bagi dengan tarif: Rp48. 500 ÷ Rp605 = 80,16 kWh. Jadi, Anda akan mendapatkan listrik sebesar 80,16 kWh.
Tips Hemat Listrik
Cek meteran secara rutin untuk mengetahui pola penggunaan harian. Matikan perangkat elektronik yang tidak digunakan dan gunakan lampu LED yang hemat energi.
Atur penggunaan AC dan pemanas air pada waktu-waktu tertentu saja. Dengan pemahaman yang benar tentang cara menghitung tarif, Anda dapat lebih baik mengontrol pengeluaran untuk listrik.
Editor : Ali Sodiqin