Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Tangis Haru di Besuki! Santri Cilik Bercita-cita Jadi Hafidzah Wafat Syahid Tertimpa Plafon Pesantren

Moh Humaidi Hidayatullah • Kamis, 30 Oktober 2025 | 03:10 WIB
KORBAN BENCANA: Kepala Kemenag Situbondo, Dr. H. Muhammad Mudaffar mendatangi kediaman Alm. Putri Hemilia, 13, warga Dusun Rawan, Desa/ Kecamatan Besuki, Rabu (29/10).
KORBAN BENCANA: Kepala Kemenag Situbondo, Dr. H. Muhammad Mudaffar mendatangi kediaman Alm. Putri Hemilia, 13, warga Dusun Rawan, Desa/ Kecamatan Besuki, Rabu (29/10).

RADARSITUBONDO.ID - Putri Hemilia, 13, warga Dusun Rawan, Desa/ Kecamatan Besuki bercita-cita ingin hafal Alquran. Namun takdir berkata lain.

Dia harus mati syahid, diduga akibat tertimpa reruntuhan Plafon asrama pesantren tempatnya menuntut ilmu di Dusun Pesanggrahan, Desa Blimbing, Kecamatan Besuki, Rabu (29/10) dini hari.

Almanak Ponpes Syehk Abdul Qodir Jailani tampak menghiasi salah satu sudut dinding ruang tamu rumah alm. Putri Hemilia.

Di tempat ini pulalah orang tua Alm. Putri menemui Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Situbondo, Dr. H. Muhammad Mudaffar yang datang bertakziah.

Dia juga didampingi anggota Polres Situbondo saat datang ke rumah duka.

“Kami sudah mendatangi rumah alm. Putri Hemilia, ditemui kedua orang tuanya. Orang tua alm. Putri minta tolong agar putrinya didoakan masuk surga,” ujar Dr. H. Muhammad Mudaffar kepada Koran ini.

Orang tua Putri juga menceritakan keinginan putrinya yang bercita-cita menjadi santri penghafal Alquran.

Bahkan dalam empat bulan terakhir ini Putri sudah mulai merealisasikan obsesinya itu.

“Itu saat berangkat mondok punya cita-cita mau menjadi Hafidhoh, empat bulan terakhir juga sudah mulai menghafal,” imbuh Mudaffar.

Dia juga mengaku memberi motifasi kepada keluarga yang ditinggalkan agar bisa tabah dan bersabar atas ujian yang diterima. 

“Almarhumah Putri meninggal dalam keadaan mencari ilmu, sehingga dipastikan meninggal dalam keadaan syahid,” imbuhnya.

Kata Mudoffar, orang tua Putri mungkin belum bisa melihat anaknya hafal Alquran di dunia.

Tapi akan bisa melihatnya di akhirat. 

“Kerena Putri meninggal dalam keadaan mencari ilmu insyaalah mati syahid. Semoga anak kedua dari orang tua putri yang masih TK panjang umur dan bisa menghafal Alquran juga,” tegasnya.

Dikatakan, selain mendatangi rumah alm. Putri, pihaknya juga sempat meninjau asrama yang ambruk bersama anggota Polres Situbondo.

Dari hasil pantauan kasatmata, kondisi kuda-kuda plafon masih kuat dan bagus.

Dugaan sementara Plafon ambruk gara-gara ada pergeseran kayu dampak guncangan gempa beberapa bulan lalu.

“Kalau cerita dari kiai pesantren, asarama itu sempat berbunyi saat diguncang gempa bulan lalu. Namun tidak terlihat kerusakannya akibat tertutup plafon. Tapi kalau pastinya masih menunggu hasil penyelidikan dari polisi dulu,” pungkas Mudaffar. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
#situbondo #pesantren #hafidzah cilik #atap ambrol