Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Pemkab Situbondo Tanggung Biaya Santri Korban Ambruk, Renovasi Ponpes Pakai Dana BTT!

Moh Humaidi Hidayatullah • Kamis, 30 Oktober 2025 | 03:17 WIB
DITANGGUNG PEMKAB: Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah menyampaikan Pemkab Situbondo tanggung biaya perawatan santri korban ambruknya atap pondok di Besuki, Rabu (29/10).
DITANGGUNG PEMKAB: Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah menyampaikan Pemkab Situbondo tanggung biaya perawatan santri korban ambruknya atap pondok di Besuki, Rabu (29/10).

RADARSITUBONDO.ID - Sementara itu, Pemkab Situbondo memastikan seluruh biaya perawatan santri korban ambruknya atap Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Syekh Abdul Qodir Jaelani di Desa Belimbing, Kecamatan Besuki, pada Rabu (29/10), akan ditanggung.

Kepastian itu disampaikan Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah saat berkunjung ke tempat kejadian, Rabu (29/10).

Perempuan yang akrab disapa Mbak Ulfi tersebut menyampaikan bahwa langkah penting yang perlu segera dilakukan adalah mempercepat pemulihan bangunan melalui alokasi Biaya Tak Terduga (BTT).

"Alhamdulillah, berkat kerja sama kita semua, pemerintah kabupaten sudah berikhtiar. Saat ini kami pastikan seluruh adik-adik santri yang dirawat di RSUD Besuki ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Situbondo,” ujar Ulfiyah, Rabu (29/10).

Mbak Ulfi menambahkan, Bupati Situbondo juga berpesan agar para santri tetap bersemangat menuntut ilmu meski tengah menghadapi cobaan.

"Mas Bupati juga berpesan demikian, semangat untuk adik-adik santri agar tetap belajar semuanya,” ucapnya.

Kata Mbak Ulfi, untuk proses renovasi pondok, pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan berbagai pihak.

Termasuk Kementerian Agama dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bina Marga.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Kepala Kementerian Agama. Alhamdulillah, dari Kanwil sudah menyiapkan langkah-langkah, dan kami dari pemerintah bersama PU Bina Marga juga ikut membantu, termasuk untuk pemasangan genting dan seng,” jelasnya.

Menurut Mbak Ulfi, ambruknya atap pondok dipicu oleh hujan deras dan angin kencang pada Rabu dini hari.

Kondisi bangunan yang sebelumnya mengalami retak akibat dua kali gempa di Situbondo turut memperparah kerusakan.

"Semalam hujannya deras disertai angin kencang. Ini juga menjadi kekhawatiran sejak gempa terjadi. Situbondo sudah dua kali diguncang gempa, dan setelah kami lihat, memang ada retakan yang oleh adik-adik santri sempat disolasi secara kreatif,” tutur Ulfiyah.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Syekh Abdul Qodir Jaelani, Kiai Hasan, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas musibah tersebut.

"Ini musibah, kami berduka. Dari 19 santri yang sedang berada di lokasi kejadian, satu orang santri putri meninggal dunia,” ujar Kiai Hasan. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
#situbondo #pesantren #atap ambrol