RADARSITUBONDO.ID - Indonesia mengalami perubahan besar dalam pola hujan di tahun 2025. Diperkirakan bahwa puncak hujan akan terjadi antara November 2025 hingga Februari 2026, yang jauh lebih lama dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang biasanya hanya berlangsung dari Desember hingga Januari.
Pergeseran ini menjadi perhatian serius karena dampaknya terhadap berbagai aspek kehidupan.
Baca Juga: Baju Thrift Cepat Rusak? Hindari 5 Kesalahan Mencuci Ini
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa 42,1 persen dari wilayah Indonesia atau 294 zona musim telah mengalami kemajuan waktu, dengan waktu datangnya musim hujan yang lebih awal daripada yang biasanya.
Wilayah barat Indonesia dijadwalkan mencapai puncaknya pada November-Desember 2025, sedangkan bagian selatan dan timur pada Januari-Februari 2026.
Baca Juga: Jangan Asal Cuci! Ini Cara Aman Bersihkan Pakaian Thrifting dengan Bahan Natural
Faktor Iklim Utama
Salah satu penyebab utama pergeseran ini adalah munculnya La Nina yang lemah di akhir 2025. Fenomena yang menyebabkan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik menjadi lebih dingin ini berkontribusi pada peningkatan curah hujan di banyak daerah di Indonesia.
Selain itu, Indian Ocean Dipole (IOD) berada dalam fase negatif dan akan berlangsung sampai November 2025, yang meningkatkan kemungkinan curah hujan, terutama di bagian barat dan tengah Indonesia.
Baca Juga: Robot Vacuum dengan Otak Drone! Berikut Keunggulan DJI Romo yang Bikin Rumah Makin Bersih
Meskipun demikian, BMKG memperkirakan jumlah total curah hujan akan tetap dalam batas normal, sehingga tidak akan lebih basah atau kering dari biasanya.
Masa yang lebih panjang untuk musim hujan ini membutuhkan kewaspadaan lebih terhadap kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor, terutama di daerah dengan populasi padat yang rawan akan bencana.
Editor : Ali Sodiqin