Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Kapan Puncak Musim Hujan 2025 di Indonesia? Prediksi BMKG

Bayu Shaputra • Senin, 3 November 2025 | 02:35 WIB
Ilustrasi pengendara motor diguyur hujan di jalan
Ilustrasi pengendara motor diguyur hujan di jalan

RADARSITUBONDO.ID - Indonesia secara resmi telah memasuki tahap penting dalam musim hujan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa puncak musim hujan tahun ini akan lebih lama dari biasanya, berlangsung dari November 2025 hingga Februari 2026.

 Baca Juga: Baju Thrift Cepat Rusak? Hindari 5 Kesalahan Mencuci Ini

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menegaskan dalam sesi pers pada Sabtu (1/11/2025) bahwa periode ini menunjukkan perbedaan yang nyata dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Biasanya, peak hujan hanya terjadi di bulan Desember dan Januari, tetapi untuk tahun ini akan berlangsung selama empat bulan penuh.

Data terbaru mengindikasikan bahwa 43,8 persen dari keseluruhan wilayah Indonesia, yang terdiri dari 306 zona musim, sudah memasuki masa hujan hingga akhir Oktober 2025.

Daerah yang termasuk di dalamnya adalah sebagian dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

 Baca Juga: Jangan Asal Cuci! Ini Cara Aman Bersihkan Pakaian Thrifting dengan Bahan Natural

Pola puncak hujan tidak terjadi secara bersamaan di seluruh Indonesia. Proses ini dimulai dari bagian barat menuju ke timur.

Diperkirakan, Jawa, bagian barat Sumatera, dan Kalimantan tengah akan mengalami curah hujan paling tinggi antara Desember 2025 dan Januari 2026, sedangkan Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur akan menghadapinya pada Januari hingga Februari 2026.

Dwikorita menjelaskan bahwa meningkatnya curah hujan disebabkan oleh suhu permukaan laut yang lebih hangat, mencapai tiga derajat Celsius.

Situasi ini mempercepat proses penguapan dan meningkatkan kadar uap air di udara, yang menyebabkan hujan dengan intensitas tinggi.

Ditambah lagi dengan penguatan monsun Asia dan kondisi atmosfer yang tidak stabil, kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem menjadi lebih besar.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang, terutama di area yang rentan bencana. Puncak fase ini diperkirakan baru akan dimulai pada bulan Desember mendatang.

Editor : Ali Sodiqin
#Puncak musim hujan 2025