RADARSITUBONDO.ID - TNI Angkatan Udara secara resmi mendapatkan pesawat angkut militer Airbus A400M yang pertama pada 3 November 2025 di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
Kedatangan pesawat yang memiliki nomor registrasi A-4001 ini menunjukkan bahwa Indonesia menjadi negara kesepuluh di dunia yang mengoperasikan A400M dan yang kedua di kawasan Asia Tenggara setelah Malaysia.
Baca Juga: Jangan Terburu-buru! Ini Syarat Pemutihan BPJS yang Harus Dipahami
Pesawat ini bisa mengangkut beban hingga 37 ton dan dilengkapi dengan alat pengisian bahan bakar yang diletakkan di bawah sayapnya untuk membantu dalam operasi pengisian bahan bakar di udara.
Fitur ini sangat penting karena saat ini TNI AU hanya memiliki satu pesawat pengisi bahan bakar KC-130B yang sudah beroperasi sejak tahun 1961.
Dengan luasnya wilayah Indonesia dan rencana untuk membeli 42 pesawat tempur Dassault Rafale, kemampuan pengisian bahan bakar udara ini menjadi sangat diperlukan.
Baca Juga: Cara Cek Status Tunggakan BPJS Kesehatan Anda dan Peluang Pemutihan
Pesawat A400M juga akan mempunyai alat pemadam kebakaran yang sanggup menjatuhkan air hingga 20.000 liter dalam satu kali misi, itu sangat membantu untuk menghadapi kebakaran hutan di tempat yang sulit dijangkau.
Pesawat ini dapat membawa 116 tentara beserta peralatan tempur mereka dan dapat terbang sejauh 8.900 kilometer.
Baca Juga: Jadwal Timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia U-17, Brasil Jadi Lawan Terberat!
Namun, ada tantangan besar terkait biaya operasional dan pemeliharaan yang tinggi, mencapai sekitar 200 juta dolar per unit.
Dengan anggaran pertahanan yang meningkat sebanyak 37% untuk tahun 2026, pemerintah Indonesia berencana membeli empat unit A400M tambahan.
Unit kedua direncanakan akan tiba pada tahun 2026, sementara 22 personel dari TNI AU telah menyelesaikan pelatihan simulasi penerbangan di Seville, Spanyol, untuk memastikan mereka siap menggunakan pesawat ini.
Editor : Ali Sodiqin