RADARSITUBONDO.ID - Bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan pada tanggal 10 November 2025, Presiden Prabowo Subianto akan mengumumkan sepuluh orang yang mendapatkan gelar Pahlawan Nasional di Istana Negara, Jakarta. Pengumuman ini direncanakan berlangsung pada pukul 16.00 WIB.
Salah satu tokoh yang menerima gelar tersebut adalah Soeharto, yang merupakan Presiden kedua Republik Indonesia.
Soeharto sudah diusulkan tiga kali untuk mendapatkan gelar ini, dan tahun 2025 adalah kesempatan ketiganya di mana usulannya disetujui setelah menunggu selama 15 tahun.
Baca Juga: Hari Guru Nasional 25 November 2025, Libur atau Tetap Masuk Sekolah?
Selain Soeharto, ada tokoh lain yang pasti mendapat gelar yaitu Abdurrahman Wahid atau lebih dikenal dengan Gus Dur, serta aktivis buruh bernama Marsinah.
Dari 49 nama yang diusulkan tahun ini, ada 40 usulan baru dan 9 nama yang berasal dari tahun sebelumnya. Sebanyak 24 nama ditandai sebagai prioritas sebelum diperkecil menjadi 10 tokoh yang terpilih.
Baca Juga: Oppo Umumkan Tanggal Peluncuran Reno 15, Chipset Dimensity 8450 dan Desain Premium
Menurut Menteri Kebudayaan Fadli Zon, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK), proses pengusulan gelar pahlawan melewati sejumlah penilaian mulai dari tingkat kabupaten atau kota, lalu ke provinsi, sampai ke Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar di Kementerian Sosial yang ada di pusat.
Menteri Sosial Syaifullah Yusuf menekankan bahwa proses pemberian gelar dilakukan secara bertahap sesuai dengan peraturan yang ada.
Mensesneg Prasetyo Hadi juga menyatakan bahwa pemberian gelar ini adalah bentuk penghormatan dari negara terhadap jasa-jasa para tokoh yang telah berkontribusi besar untuk bangsa dan negara.
Pemberian gelar Pahlawan Nasional pada Hari Pahlawan 2025 ini menjadi momen penting untuk menghargai jasa-jasa para tokoh bangsa yang telah berjuang dalam membangun Indonesia.
Editor : Ali Sodiqin