RADARSITUBONDO.ID - Pemerintah Indonesia sudah mulai membahas rencana untuk merubah nilai rupiah dalam Rencana Strategis Kementerian Keuangan yang berlangsung dari tahun 2025 hingga 2029, dengan harapan Rancangan Undang-Undang (RUU) ini bisa selesai pada tahun 2027.
Redenominasi adalah cara untuk menyederhanakan nilai uang tanpa mengganti nilai tukarnya, sehingga orang masih bisa membeli barang dengan jumlah uang yang sama.
Sebagai contoh, pecahan Rp 100.000 sekarang adalah yang terbesar kedua di Asia Tenggara setelah Dong Vietnam.
Dengan redenominasi, Rp 1.000 akan jadi Rp 1 setelah menghapus tiga angka nol, tetapi orang tetap bisa membeli barang yang sama.
Baca Juga: Hari Guru Nasional 25 November 2025, Libur atau Tetap Masuk Sekolah?
Tujuan utamanya adalah untuk membuat sistem transaksi dan pencatatan keuangan lebih sederhana karena ada terlalu banyak angka nol yang membuat semuanya rumit, terutama untuk transaksi online.
Dengan pecahan yang lebih kecil, orang akan lebih mudah menghitung, menulis, atau mencatat saat bertransaksi.
Baca Juga: Oppo Umumkan Tanggal Peluncuran Reno 15, Chipset Dimensity 8450 dan Desain Premium
Salah satu manfaatnya adalah meningkatkan efisiensi di perekonomian dan bisnis, serta dapat membantu mengatasi masalah teknis dalam menjalankan usaha.
Rupiah yang lebih mudah dimengerti dapat memberikan pandangan positif di mata dunia, khususnya bagi investor asing.
Baca Juga: Gak FU Gak Love You! Ini Harga Resmi Suzuki Satria F150 Terbaru November 2025
Namun, ada beberapa risiko yang harus diperhatikan. Salah satu dampak negatifnya adalah kemungkinan kebingungan di kalangan masyarakat yang belum paham dengan kebijakan ini.
Juga ada risiko kerugian bagi masyarakat jika pedagang membulatkan harga ke atas, yang bisa menyebabkan inflasi yang tidak terlihat. Biaya untuk mencetak dan menyebarkan uang baru, serta melakukan sosialisasi yang luas juga cukup besar.
Keberhasilan redenominasi sangat tergantung pada stabilitas ekonomi dengan inflasi yang terkendali sekitar 3 persen.
Proses sosialisasi yang baik dan bertahap sangat penting agar masyarakat siap menghadapi perubahan ini tanpa menimbulkan masalah ekonomi yang merugikan.
Editor : Ali Sodiqin