RADARSITUBONDO.ID - Pendakwah muda dari Kediri, Muhammad Elham Yahya Al-Maliki, yang lebih dikenal sebagai Gus Elham, akhirnya berbicara setelah videonya yang menunjukkan ia mencium anak-anak perempuan di atas panggung menjadi viral dan mendapat banyak kritik dari publik.
Dalam sebuah video yang diunggah di akun Instagram @fuadbakh pada Selasa (11/11), Gus Elham meminta maaf secara terbuka.
Dengan rasa sangat menyesal, pemuda berusia 24 tahun tersebut mengakui bahwa tindakannya adalah sebuah kesalahan dari dirinya sendiri.
Baca Juga: Kesempatan Emas! 18 Posisi Magang di Pos Indonesia dengan Uang Saku dan Jamsostek
"Saya dengan tulus meminta maaf kepada semua orang atas beredarnya video yang menimbulkan banyak masalah. Saya mengakui bahwa ini adalah kekhilafan dan kesalahan saya," tutur Pimpinan Majelis Taklim Ibadallah itu.
Video yang menjadi isu panas ini memperlihatkan Gus Elham bertanya kepada seorang anak perempuan, "Kamu bisa dicium sekali lagi tidak? " yang dijawab oleh anak itu dengan, "Boleh. " Meskipun banyak jemaah ikut tertawa, momen ini justru membuat netizen marah saat video itu tersebar di media sosial.
Baca Juga: Mingi ATEEZ Alami Patah Tulang Usai Terjatuh dari Panggung Waterbomb Macau 2025
Dalam penjelasannya, Gus Elham menjelaskan bahwa video yang viral itu sebenarnya adalah video lama yang sudah dihapus dari semua akun media sosialnya.
Ia juga menjelaskan bahwa anak-anak dalam video itu berada di bawah pengawasan orang tua mereka yang secara rutin mengikuti pengajian di Majelis Taklim Ibadallah, yang berada di Desa Kaliboto, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri.
Sebagai anak dari KH Luqman Arifin Dhofir dan Hj. Ernisa Zulfa Al Hafidz, ia berjanji untuk menjadikan kejadian ini sebagai pembelajaran yang berharga.
"Saya berkomitmen untuk memperbaiki diri dan menjadikan kejadian ini sebagai pelajaran agar tidak melakukan hal yang sama di masa depan," tegasnya.
Selanjutnya, Gus Elham menegaskan niatnya untuk berdakwah dengan cara yang lebih baik dan sesuai dengan norma agama, etika, serta budaya bangsa, sambil menjaga akhlakul karimah.
Kasus ini juga menarik perhatian dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Ketua PBNU Alissa Wahid menyatakan penyesalan atas tindakan itu dan berpendapat bahwa perilaku yang merendahkan martabat anak merupakan pelanggaran serius terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan prinsip dakwah yang baik.
Sementara itu, Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi'i menegaskan bahwa tindakan seperti itu tidak pantas, terutama jika dilakukan oleh seorang tokoh agama.
Editor : Ali Sodiqin