RADARSITUBONDO.ID - Musibah tanah longsor menghantam tempat tinggal penduduk di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap pada malam Kamis, 13 November 2025, sekitar pukul 20.00 WIB.
Bencana ini menyebabkan tiga orang meninggal dan membuat 20 warga lainnya masih dicari oleh tim penyelamat.
Baca Juga: Hungaria Raih 3 Poin Krusial! Tundukkan Armenia 1-0 di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Hujan deras yang turun di daerah Majenang selama beberapa jam menjadi penyebab utama terjadinya longsor. Tanah dan batu menimpa dua dusun sekaligus, yaitu Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut.
Sebanyak 12 rumah rusak parah tertimbun oleh material longsoran, sedangkan 16 rumah lainnya terancam longsor lebih lanjut.
Baca Juga: Norwegia Pesta Gol! Haaland & Sorloth Borong 4 Gol, Estonia Dibantai 4-1
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan rasa duka yang mendalam atas kejadian ini. "Tiga orang yang menjadi korban sudah ditemukan meninggal dan 20 warga masih dalam pencarian," kata Luthfi pada hari Jumat, 14 November 2025.
Tiga korban yang sudah ditemukan meninggal adalah Julia Lestari berusia 20 tahun, Maya Dwi Lestari yang berusia 15 tahun, dan Yuni yang berusia 45 tahun, semuanya berasal dari Dusun Tarukahan. Sementara itu, tiga warga lainnya mengalami cedera dan saat ini dirawat di RSUD Majenang.
Baca Juga: Iceland Menang Telak 2-0 atas Azerbaijan, Peluang Playoff Piala Dunia 2026 Terbuka Lebar!
Operasi pencarian tidak berhenti sejak peristiwa itu terjadi. Ratusan petugas gabungan dari BPBD Jawa Tengah, BNPB, TNI, Polri, dan tim SAR dikerahkan.
Bahkan, anjing pelacak (K9) dari Polda Jateng juga dikerahkan untuk membantu mencari korban yang masih terjebak.
Baca Juga: Hasil Kualifikasi Piala Dunia 2026: Inggris vs Serbia 2-0, Tuchel Pertahankan Clean Sheet
BNPB juga memberikan peringatan kepada warga dan tim penyelamat agar berhati-hati terhadap kemungkinan longsoran berikutnya.
Prediksi cuaca menunjukkan bahwa masih akan ada hujan ringan hingga sedang di Majenang hingga hari Minggu, 16 November 2025.
Editor : Ali Sodiqin