RADARSITUBONDO.ID - Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal tengah ramai dibicarakan di media sosial setelah pernyataan videonya mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi viral pada Senin, tanggal 17 November 2025.
Dalam video tersebut, politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menyebutkan bahwa untuk program MBG, tidak diperlukan tenaga ahli seperti ahli gizi.
Pernyataan yang memicu kontroversi ini diungkapkan ketika Cucun menghadiri pertemuan konsolidasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG di seluruh Kabupaten Bandung.
Ia juga menekankan bahwa tidak ada kebutuhan untuk melibatkan standar keahlian tertentu dalam program gizi bagi masyarakat dan anak-anak sekolah, bahkan membuat referensi terhadap Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) dengan ungkapan yang dinilai menyinggung.
Baca Juga: DBHCHT Digelontorkan, Ekonomi Warga Situbondo Dipacu Ngebut Lewat Industri Rokok dan UMKM
Siapa Cucun Ahmad Syamsurijal?
Cucun Ahmad Syamsurijal lahir di Bandung pada 8 Oktober 1972. Ia menyelesaikan pendidikan di IAIC Tasikmalaya dan lulus pada tahun 1996. Awal kariernya di organisasi dimulai di Nahdlatul Ulama (NU) pada tahun 1998, dan pernah menjabat sebagai bendahara umum PCNU Kabupaten Bandung dari 2004 hingga 2009.
Karier politik Cucun di PKB cukup panjang, dimulai sebagai wakil bendahara umum PKB di Kabupaten Bandung dari 2005 hingga 2010, lalu menjabat sebagai ketua Dewan Pengurus Cabang PKB untuk Kabupaten Bandung antara tahun 2010 hingga 2015.
Ia terpilih menjadi anggota DPR RI untuk periode 2014-2019 dari daerah pemilihan Jawa Barat II. Selama masa tugasnya, ia sempat bertugas di Komisi IV sebelum pindah ke Komisi V pada Mei 2016.
Baca Juga: Polandia Butuh Keajaiban untuk Lolos Otomatis, Malta Sudah Tersingkir
Pernyataan Kontroversi
Kontroversi muncul setelah seorang ahli gizi dalam forum tersebut memberikan masukan agar Badan Gizi Nasional (BGN) bekerja sama dengan Persagi demi menjaga mutu standar gizi program MBG. Namun, Cucun menolak usulan tersebut dan menegaskan akan memperjuangkan perubahan nomenklatur di kementerian maupun DPR.
Cucun kemudian mengusulkan solusi dengan memberikan pelatihan kepada lulusan baru bahkan siswa SMA selama tiga bulan, serta memberikan sertifikat BNSP sebagai pengganti ahli gizi profesional.
Pernyataan ini memicu kemarahan dari komunitas ahli gizi dan masyarakat yang berpendapat bahwa kompetensi dalam bidang gizi tidak dapat disederhanakan hanya dengan pelatihan singkat.
Baca Juga: Harga Kopi hingga Daging Sapi Meroket, Trump Akhirnya Longgarkan Tarif
Permintaan Maaf dan Klarifikasi
Menyikapi banyaknya kritik yang datang, Cucun akhirnya mengajukan permohonan maaf pada Senin, 17 November 2025, dan mengatur pertemuan antara BGN dan Persagi di Gedung DPR.
Ia menyatakan bahwa tidak ada niatan untuk merendahkan profesi ahli gizi dan menjelaskan bahwa tanggapannya dalam forum tersebut dimaksudkan untuk mengingatkan tentang dampak penghapusan nomenklatur ahli gizi.
Dalam pertemuan tersebut, Cucun membahas solusi untuk mengatasi kurangnya tenaga gizi di berbagai dapur MBG, termasuk masalah pemindahan ahli gizi dari satu dapur ke dapur lainnya yang mengganggu operasional.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga standar profesional dalam program yang menggunakan anggaran negara tersebut.
Editor : Ali Sodiqin