Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Pemindahan Paksa Warga Gaza ke Indonesia? Kemlu RI: Indonesia Menolak dan Tak Memfasilitasi

Bayu Shaputra • Selasa, 18 November 2025 | 22:45 WIB
Gedung Kementerian Luar Negeri.
Gedung Kementerian Luar Negeri.

RADARSITUBONDO.ID - Kementerian Luar Negeri Indonesia memberikan penjelasan yang jelas setelah media Israel melaporkan bahwa Indonesia adalah salah satu tujuan untuk memindahkan warga dari Jalur Gaza. Penjelasan ini diungkapkan oleh Juru Bicara I Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, pada Senin (17/11).

Berita ini muncul setelah 153 warga Palestina dari Gaza tiba secara mendadak di Bandara Internasional OR Tambo, Afrika Selatan, pada hari Kamis pekan lalu menggunakan pesawat sewaan. Yang mengejutkan, penumpang tidak tahu ke mana mereka akan pergi setelah naik.

Aktivis Sarah Oosthuizen, yang membantu warga Palestina di Johannesburg, mengatakan kepada Middle East Eye bahwa boarding pass mereka menunjukkan tujuan yang berbeda-beda, seperti India, Malaysia, dan Indonesia.

 Baca Juga: Menang Dramatis 3-2 atas Malta, Polandia Amankan Tiket Playoff Piala Dunia 2026

Menanggapi hal tersebut, Yvonne Mewengkang menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tidak pernah membantu pemindahan warga Gaza atau Palestina ke Indonesia.

"Indonesia menolak semua bentuk pemindahan paksa warga Palestina dari Gaza karena tidak sesuai dengan hukum internasional dan prinsip Solusi Dua Negara," tegas Yvonne.

Kementerian Luar Negeri sedang memeriksa informasi yang beredar dan bekerja sama dengan pihak terkait untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan dalam proses visa. "Indonesia tidak memiliki kebijakan menerima pengungsi dari Gaza melalui visa atau penerbangan sewaan," tambah Yvonne.

 Baca Juga: Tiket Piala Dunia 2026 Digenggam! Belanda Pesta Gol Lawan Lithuania

Menurut berita dari media Israel, Haaretz, ratusan warga Palestina diduga diterbangkan oleh organisasi Al-Majd Europe yang dituduh bekerja sama dengan pemerintah Israel.

Organisasi ini dipimpin oleh Tomer Janar Lind, yang memiliki kewarganegaraan ganda Israel dan Estonia, dan diduga bekerjasama dengan unit militer Israel yang memindahkan warga Palestina secara paksa.

Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa menyebut kejadian ini dengan mengatakan bahwa mereka adalah "orang-orang dari Gaza yang tiba-tiba diangkut dengan pesawat" tanpa surat dokumen apapun. Warga Palestina yang ikut dalam penerbangan itu mengaku membayar sekitar 2000 dolar AS atau sekitar 33 juta rupiah per orang.

 Baca Juga: Ceko Lolos ke Playoff Piala Dunia 2026 Usai Bantai Gibraltar dengan Skor Telak

Indonesia menegaskan terus mendukung rakyat Palestina melalui bantuan kemanusiaan dan perawatan medis. Sesuai arahan Presiden RI, Indonesia hanya akan menerima pasien Gaza yang terluka untuk perawatan sementara, bukan untuk ditampung secara permanen.

Pemerintah akan terus memantau situasi dan memastikan semua tindakan yang diambil tidak bertentangan dengan dukungan Indonesia untuk Palestina yang merdeka dan berdaulat.

Editor : Ali Sodiqin
#Pemindahan paksa warga Gaza #Kemnlu RI