RADARSITUBONDO.ID - PT Solusi Sinergi Digital Tbk (Surge) telah memulai pendaftaran awal untuk layanan Internet Rakyat lewat perusahaan anaknya, PT Telemedia Komunikasi Pratama.
Layanan internet 5G Fixed Wireless Access (FWA) ini ditujukan untuk masyarakat di Jawa dan Bali dengan harga yang terjangkau.
Masyarakat yang ingin mendaftar sekarang bisa melalui dua situs resmi: Internetrakyat.id dan MyTelemedia.id. Kedua situs ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi tentang minat dan pemetaan area calon pengguna sebelum layanan ini diluncurkan secara resmi.
Paket Internet Rakyat saat ini ditawarkan dengan harga Rp 100.000 per bulan, menawarkan kecepatan hingga 100 Mbps, kuota tanpa batas, dan gratis sewa modem.
Sebagai tambahan, pelanggan akan mendapatkan bulan pertama secara gratis. Sebelumnya, Telemedia memiliki tiga paket berbeda mulai dari Rp 29.000 untuk 7 hari, tetapi sekarang hanya ada paket bulanan.
Baca Juga: Pertemuan Investasi yang Berakhir Pembunuhan Juragan Kripto Rusia di Pegunungan Dubai
Layanan ini menggunakan teknologi Open RAN FWA pada frekuensi 1,4 GHz yang merupakan hasil kerja sama dengan Orex SAI Inc., yang merupakan perusahaan gabungan antara NTT Docomo dan NEC Corporation.
Surge telah mendapatkan lisensi Wilayah I yang mencakup sekitar 60 persen rumah tangga di Jawa dan Bali.
Untuk distribusi layanan, Telemedia bekerja sama dengan 26 distributor lokal dan merencanakan untuk menetapkan hingga 4.800 stasiun basis pada tahun 2026. Pendaftaran awal ini dilakukan setelah selesai menguji teknologi dan menyiapkan operasional tahun ini.
Baca Juga: Vonis Mati Eks PM Bangladesh: Jejak Kelam 15 Tahun Kekuasaan Sheikh Hasina
Yune Marketatmo, Presiden Direktur Surge, menjelaskan bahwa tujuan dari proyek ini adalah untuk meningkatkan akses internet yang cepat dengan biaya yang terjangkau melalui ekosistem 5G FWA yang menggunakan teknologi terbaru.
Masyarakat yang tertarik bisa langsung mengunjungi kedua situs resmi tersebut, mengisi alamat lengkap mereka, dan menunggu konfirmasi apakah layanan tersedia di daerah mereka.
Editor : Ali Sodiqin