RADARSITUBONDO.ID – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Situbondo membuka program pelatihan yang didanai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT) Tahun Anggaran 2025.
Terdapat dua jenis pelatihan yang digelar untuk mendorong peningkatan keterampilan serta membuka peluang kerja dan usaha bagi masyarakat.
Yaitu Pelatihan Kerja Kerajinan Kayu dan Pelatihan Make-Up Artist (MUA) berbasis kompetensi dan pasar kerja.
Masing-masing pelatihan diikuti peserta baik yang telah menjalankan usaha maupun yang baru akan merintis.
Pelatihan kerajinan kayu dilaksanakan selama 26 hari. Sedangkan pelatihan MUA berlangsung selama 25 hari.
Mulai 7 November hingga 6 Desember 2025, bertempat di UPT BLK Situbondo.
Kepala Disnaker Situbondo, Kholil, menyampaikan bahwa tujuan utama program pelatihan ini adalah meningkatkan keterampilan dan kompetensi masyarakat agar mampu bersaing di dunia kerja maupun memulai usaha mandiri.
Program ini juga menjadi salah satu solusi nyata dalam menekan angka pengangguran di Situbondo.
“Dengan semangat kolaborasi dan pemberdayaan, Dinas Tenaga Kerja Situbondo berkomitmen terus menghadirkan program-program pelatihan yang relevan dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya, Kamis (20/11).
Kholil menambahkan bahwa pemanfaatan DBH CHT tidak hanya digunakan untuk penegakan hukum dan kesehatan, tetapi juga untuk peningkatan kualitas SDM.
“Pelatihan ini menjadi upaya strategis pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal. Kami berharap pelatihan ini dapat mengangkat daya saing masyarakat,” terangnya.
Baca Juga: DBHCHT Digelontorkan, Ekonomi Warga Situbondo Dipacu Ngebut Lewat Industri Rokok dan UMKM
Menurutnya, berbagai jenis pelatihan telah disiapkandengan fasilitasi uji dan sertifikasi kompetensi untuk mempermudah peserta memasuki dunia kerja.
“Semoga teman-teman yang mengikuti pelatihan dapat menyerap ilmunya dengan baik dan memanfaatkannya di dunia kerja sehingga mampu mengurangi angka pengangguran,” jelasnya.
Dia menegaskan bahwa durasi pelatihan dibuat cukup panjang karena target utama kegiatan ini adalah uji kompetensi. Dengan demikian, peserta yang telah lulus pelatihan dapat langsung siap kerja.
“Pelatihan ini kami buat dengan waktu yang cukup panjang karena targetnya adalah uji kompetensi,” ungkap Kholil.
Lebih lanjut, Kholil berharap program pelatihan berbasis kompetensi pada tahun 2025 ini dapat memberikan manfaat luas bagi para pencari kerja maupun pelaku UMKM di Situbondo.
“Harapannya, pelatihan ini dapat mengurangi angka pengangguran dengan menciptakan tenaga kerja baru, baik yang bekerja di perusahaan maupun yang membuka usaha sendiri,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu peserta pelatihan kerajinan kayu, Mohammad David Ajliya Rahman dari Kelurahan Patokan, mengungkapkan rasa syukurnya dapat mengikuti program tersebut.
“Saya sangat terbantu dengan pelatihan ini. Materinya mudah dipahami dan instruktur sangat berpengalaman. Saya jadi lebih percaya diri untuk melamar pekerjaan maupun membuka usaha sendiri,” ujarnya.
David menilai pelatihan ini membuka peluang baru baginya. Tidak hanya untuk mempermudah mencari pekerjaan tetapi juga sebagai bekal untuk membuka usaha sendiri dan bahkan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.
“Saya mendapatkan keterampilan baru yang bisa langsung saya praktikkan. Semoga setelah pelatihan ini, saya bisa segera bekerja atau membuka usaha sendiri,” katanya. (rif/pri)
Editor : Edy Supriyono