Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

13 Tahun Menanti, Ilmuwan Oxford Akhirnya Temukan Rafflesia Hasseltii di Hutan Sumatera Barat

Bayu Shaputra • Sabtu, 22 November 2025 | 02:00 WIB
Rafflesia hasseltii yang ditemukan ilmuwan di Sumatera Barat.
Rafflesia hasseltii yang ditemukan ilmuwan di Sumatera Barat.

RADARSITUBONDO.ID - Momen yang menggetarkan hati terabadikan ketika tim ekspedisi berhasil menemukan Rafflesia hasseltii di Hiring Batang Somi, Sijunjung, Sumatera Barat pada malam Rabu, 19 November 2025.

Penemuan ini merupakan puncak dari pencarian panjang selama 13 tahun yang dilakukan oleh Septi Andriki, seorang aktivis lingkungan dari Bengkulu yang akrab dipanggil Deki.

Dalam video yang menjadi viral di Instagram Oxford University, tampak Deki meneteskan air mata sambil berkata "Alhamdulillah" ketika akhirnya bisa melihat bunga langka berwarna merah darah dengan bercak putih bulat yang khas pada kelopaknya. "Selama 13 tahun, saya merasa sangat beruntung," ujarnya dengan suara bergetar.

 Baca Juga: DBHCHT 2025 Buka Pelatihan Kerja 25–26 Hari di Situbondo, Peserta Siap Kerja & Siap Buka Usaha!

Ekspedisi ini dipimpin oleh Dr. Chris Thorogood, seorang biolog dari University of Oxford Botanic Garden and Arboretum. Tim harus melakukan pendakian siang dan malam melewati hutan hujan yang dijaga oleh harimau dan hanya bisa diakses dengan izin khusus. "Hanya segelintir orang yang pernah melihat bunga ini, dan kami menyaksikannya mekar di malam hari. Ini luar biasa," tulis Chris dalam unggahannya di media sosial X.

Rafflesia hasseltii adalah spesies holoparasit yang tidak memiliki daun, batang, atau akar. Bunga ini sepenuhnya bergantung pada tanaman inang Tetrastigma dan hampir seluruh siklus hidupnya tersembunyi di dalam jaringan inang tersebut.

Populasinya sangat langka karena hanya tumbuh di hutan hujan primer tertentu dan habitat aslinya terus terancam oleh aktivitas pembukaan lahan dan kegiatan ilegal.

 Baca Juga: Prediksi Persija vs Persik Kediri, Macan Kemayoran Siap Terkam Macan Putih yang Pincang

Penemuan ini tidak hanya merupakan pencapaian di bidang ilmiah, tetapi juga menjadi momen penting untuk upaya konservasi.

Sebelumnya, pada bulan Mei 2025, spesies serupa ditemukan di Taman Nasional Kerinci Sebelat, Muratara, Sumatra Selatan, dengan diameter 52 cm dan tinggi 12 cm, yang menunjukkan betapa pentingnya peran masyarakat dalam pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia.

Editor : Ali Sodiqin
#Rafflesia Hasseltii