Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Gus Yahya akan Undang Kiai Sepuh ke Pesantren Lirboyo untuk Selesaikan Konflik Internal NU

Bayu Shaputra • Senin, 24 November 2025 | 18:10 WIB
Gus Yahya dijadwalkan akan menyelenggarakan pertemuan dengan kiai di Lirboyo.
Gus Yahya dijadwalkan akan menyelenggarakan pertemuan dengan kiai di Lirboyo.

RADARSITUBONDO.ID - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf, yang akrab disapa Gus Yahya, telah mengumumkan rencananya untuk menyelenggarakan sebuah pertemuan besar dengan para kiai senior di Pondok Pesantren Lirboyo, yang terletak di Kediri, Jawa Timur.

Ini adalah langkah untuk mencari jalan keluar dari konflik yang terjadi di dalam organisasi Islam terbesar di Indonesia.

Pengumuman ini disampaikan oleh Gus Yahya setelah acara Silaturahim Alim Ulama di Kantor Pusat PBNU, Jakarta, pada malam Minggu (23/11). Pertemuan tersebut dihadiri oleh sekitar 50 kiai dari berbagai wilayah, termasuk Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Sumatra Utara.

 Baca Juga: Bukan Ketua Umum PSSI, Perwira Polisi Diutus ke Eropa untuk Interview Calon Pelatih Timnas Indonesia

"Insyaallah nanti akan digelar pertemuan yang lebih luas dengan menghadirkan para kiai sepuh (yang lebih senior) dan unsur-unsur kepemimpinan dalam lingkungan NU, di mana yang jadi tuan rumah adalah Pesantren Lirboyo di Kediri," kata Gus Yahya kepada awak media.

Pertemuan ini akan melibatkan sejumlah tokoh penting NU, seperti Kiai Nurul Huda Djazuli, Kiai Anwar Manshur dari Lirboyo, dan Abuya Muhtadi Dimyati asal Banten. Namun, tanggal pasti pelaksanaan pertemuan tersebut belum ditentukan karena masih menunggu komunikasi lebih lanjut antara para ulama.

Konflik ini berawal dari risalah rapat harian Syuriyah PBNU yang berlangsung pada 20 November 2025 di Hotel Aston City Jakarta, di mana 37 pengurus hadir. Rapat yang ditandatangani oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar tersebut memutuskan bahwa Gus Yahya harus mengundurkan diri dalam waktu tiga hari atau akan diberhentikan.

 Baca Juga: Diakui Waketum PSSI, Pelatih Liga 1 Punya Peluang Nahkodai Timnas Indonesia, Termasuk Caretaker Persib?

Menanggapi hal ini, Gus Yahya menegaskan bahwa rapat harian Syuriyah tidak memiliki dasar hukum yang kuat untuk memberhentikan seorang mandataris.

Katib Aam PBNU Ahmad Said Asrori juga menegaskan bahwa hasil silaturahim sepakat bahwa kepengurusan PBNU harus diselesaikan dalam satu periode sampai muktamar tahun depan tanpa adanya pemakzulan.

"Para kiai yang hadir sepakat agar kepemimpinan PBNU diselesaikan dalam satu periode," ujar Said. Ia menambahkan bahwa para ulama menyayangkan apa yang terjadi dalam rapat harian Syuriyah serta hasil risalahnya.

 Baca Juga: Leeds Gagal Pertahankan Keunggulan, Villa Raih Kemenangan Keenam dari Tujuh Laga

Gus Yahya menekankan bahwa sebagai suatu organisasi, NU memiliki sistem konstitusi yang jelas. Setiap pernyataan atau tindakan yang diambil harus merujuk pada ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga organisasi.

Pertemuan di Lirboyo diharapkan menjadi platform untuk menemukan solusi yang damai dan rekonsiliasi internal. Gus Yahya optimis bahwa pertemuan ini dapat membuka jalan bagi penyelesaian masalah yang saat ini menjadi perhatian publik.

Editor : Ali Sodiqin
#pbnu #Gus Yahya