Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

BPBD Kerahkan Tim Gabungan Tangani Banjir Padang, 12.000 Warga Terdampak

Fanzha Shefya Yuananda • Minggu, 30 November 2025 | 03:10 WIB
Jembatan putus, rumah tersapu material kayu, dan akses tertutup longsor.
Jembatan putus, rumah tersapu material kayu, dan akses tertutup longsor.

RADARSITUBONDO.ID – Hujan deras yang mengguyur Kota Padang sepanjang Kamis (27/11) menyebabkan sejumlah kawasan tergenang dan mengalami kerusakan.

Pemerintah daerah langsung mengaktifkan penanganan darurat untuk meminimalkan dampak yang terjadi akibat bencana ini.

BPBD Kota Padang bersama BPBD Provinsi Sumbar, TNI-Polri, serta berbagai dinas terkait mengerahkan tim untuk membantu warga sejak dini hari.

Mereka melakukan evakuasi, pengecekan lokasi rawan, hingga penanganan material banjir.

Akses menuju beberapa wilayah terkendala akibat pohon tumbang serta jalan yang tertutup lumpur.

Daerah Lubuk Minturun menjadi salah satu lokasi yang mendapatkan perhatian besar.

Banjir bandang yang terjadi pada sekitar pukul 04.00 WIB membawa potongan batang pohon dan lumpur yang kemudian merusak rumah-rumah warga. Empat orang ditemukan meninggal dunia di kawasan tersebut.

Di sisi lain, jembatan penghubung di Koto Luar, Kecamatan Pauh, putus tersapu arus sungai yang meluap.

Material besar yang terbawa banjir menghantam konstruksi jembatan hingga akhirnya terputus dan tidak bisa dilalui.

 Baca Juga: Dawuh Kiai As’ad Terbukti? Bandara KASA Asembagus Disiapkan untuk Umrah & Haji dari Situbondo!

Menurut Pusat Pengendalian Operasi BPBD Sumbar, cuaca ekstrem kali ini berdampak pada 17 kelurahan di tujuh kecamatan.

Banjir, longsor, serta pohon tumbang dilaporkan terjadi di 14 titik berbeda. Hingga sore hari, proses pendataan masih dilakukan karena banyak lokasi yang baru dapat dijangkau.

Dalam rapat virtual tingkat menteri, Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy memaparkan bahwa jumlah korban meninggal di Sumbar telah mencapai 12 orang.

Sementara itu, warga yang terdampak diperkirakan sekitar 12.000 jiwa. Ia menjelaskan bahwa proses pembersihan material dan perbaikan sementara akses vital menjadi fokus utama saat ini.

Wagub juga menyampaikan bahwa pemerintah provinsi telah menetapkan status tanggap darurat.

Hal yang sama dilakukan oleh kabupaten/kota lain yang ikut terdampak badai dan hujan ekstrem.

Beberapa wilayah disebut masih dalam proses penetapan karena pendataan masih berlangsung.

Dengan status tanggap darurat tersebut, pemerintah dapat mengoptimalkan sumber daya dan mempercepat langkah bantuan bagi masyarakat.

Tim gabungan juga terus berjaga mengantisipasi potensi hujan susulan yang diprediksi BMKG masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#rumah hancur #jembatan putus #kerusakan fasilitas #bpbd sumbar #korban #cuaca ekstrem #Banjir Bandang di Padang