RADARSITUBONDO.ID - Presiden Prabowo Subianto memberikan perintah jelas untuk menggerakkan seluruh kekuatan nasional dalam merespons situasi darurat akibat banjir dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera.
Instruksi ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, saat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Bencana yang diadakan di Bandara Silangit, Tapanuli Utara, pada Minggu (30/11).
Pratikno menekankan bahwa seluruh menteri dalam Kabinet Merah Putih telah diperintahkan untuk terlibat secara aktif dalam mendukung Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Fokus utama dalam penanganan bencana meliputi evakuasi masyarakat yang terdampak, distribusi bahan bantuan, pengiriman tenaga medis, pemulihan fasilitas transportasi dan komunikasi, serta pengawasan langsung di lapangan.
Baca Juga: Kalender Libur 2026 Diprediksi Dongkrak Pariwisata: 9 Long Weekend Jadi Magnet Perjalanan
Bencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah menyebabkan banyak kehilangan jiwa. Menurut data BNPB pada Minggu malam, sebanyak 442 orang telah meninggal dan 402 lainnya dinyatakan hilang.
Sumatera Utara mencatat angka kematian tertinggi, yakni 217 orang meninggal dan 209 hilang, terutama di Kabupaten Tapanuli Selatan.
Di Aceh, terdapat 96 orang yang tewas, dengan 75 lainnya hilang di 11 kabupaten/kota. Sedangkan Sumatera Barat melaporkan 129 korban meninggal dunia dan 118 orang hilang.
Baca Juga: Tahun 2026 Penuh Hari Libur: Warga Bisa Lebih Mudah Atur Agenda Kerja & Keluarga
Kepala BNPB Suharyanto dan timnya sudah berada di lokasi bencana sejak awal untuk memimpin operasi penyelamatan.
Hambatan utama yang dihadapi adalah beberapa jalur transportasi yang terputus, terutama di rute Tapanuli-Sibolga di Sumatera Utara dan beberapa daerah lainnya di Aceh yang masih terisolasi.
Pemerintah telah menyusun rencana rehabilitasi dan rekonstruksi setelah bencana, serta berkoordinasi dengan Menko Infrastruktur untuk pemulihan tempat tinggal sementara.
Namun, prioritas utama saat ini tetap pada respons darurat untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak. TNI Angkatan Darat telah mengerahkan 21.707 prajurit untuk mendukung misi penyelamatan di ketiga provinsi tersebut.
Editor : Ali Sodiqin