RADARSITUBONDO.ID - Presiden Prabowo Subianto menjenguk masyarakat yang terkena dampak bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera Barat pada Senin (1/12).
Kehadiran presiden disambut dengan penuh semangat oleh sekitar 1.000 pengungsi di Posko Perumahan Kasai Permai, Nagari Kasang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman.
Prabowo sampai di tempat pengungsian sekitar pukul 15. 30 WIB setelah mendarat di Bandara Internasional Minangkabau pada pukul 13.15 WIB.
Begitu tiba di posko, presiden langsung menuju tenda pengungsi dan menyapa setiap warga satu per satu. Para korban bencana, yang mayoritas adalah keluarga dengan anak-anak, tampak gembira menyambut kedatangan presiden.
Baca Juga: Realme dan Redmi Akan Guncang Pasar Mid-Range dengan Mengusung Kamera 200MP
Selama kunjungannya, Prabowo mendengarkan laporan langsung dari Gubernur Sumbar Mahyeldi dan Bupati Padang Pariaman mengenai situasi pengungsi dan kerusakan akibat bencana. Presiden juga melakukan peninjauan ke dapur umum dan fasilitas kesehatan yang ada di posko pengungsian.
Setelah kunjungan di Bandara Minangkabau, Prabowo memberikan kabar baik mengenai pemulihan infrastruktur. Listrik di area yang terkena bencana hampir sepenuhnya pulih, sedangkan akses jalan mulai dapat dilalui meskipun banyak jembatan yang mengalami kerusakan. Proses perbaikan pasokan air bersih juga dilakukan secara bertahap.
"Kita akan mencatat semua kebutuhan dan nantinya akan kita atur bagaimana revitalisasi agar masyarakat bisa menjalani kehidupan normal kembali," ujar Prabowo, menekankan komitmen pemerintah dalam memperbaiki semua fasilitas umum dan rumah-rumah yang mengalami kerusakan.
Baca Juga: Netanyahu Minta Ampun ke Presiden Israel, Tuding Persidangan Korupsi Hancurkan Persatuan Bangsa
Kunjungan ini adalah bagian dari serangkaian inspeksi presiden ke tiga provinsi yang terdampak bencana. Sebelumnya, Prabowo telah mengunjungi Tapanuli Tengah di Sumatera Utara dan Aceh Tenggara.
Ia didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam meninjau daerah yang terkena bencana.
Editor : Ali Sodiqin