Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Korban Terus Bertambah! Puskesmas Terima Jenazah Rusak yang Sulit Diidentifikasi

Fanzha Shefya Yuananda • Selasa, 2 Desember 2025 | 15:18 WIB
Puskesmas terima jenazah rusak yang sulit dikenali.
Puskesmas terima jenazah rusak yang sulit dikenali.

RADARSITUBONDO.ID – Gelombang banjir yang melanda Sungai Aek Garoga pada Selasa (25/11) menjadi salah satu bencana terparah yang pernah dialami warga Garoga.

Desa yang berada di tepi jalur lintas Sumatra itu nyaris hilang setelah rumah-rumah penduduk terseret arus kuat.

Garoga memiliki pulau kecil di tengah aliran sungai. Pulau tersebut menjadi lokasi tinggal dan aktivitas sebagian besar warganya.

Kedua cabang sungai mengapit permukiman, kebun, dan sawah yang sudah dihuni puluhan tahun. Ketika air naik, wilayah ini menjadi titik paling rawan.

Menurut penuturan warga, air mulai terlihat naik sejak dini hari. Namun dalam dua kali kejadian, air cepat surut sehingga sebagian warga tidak menyadari ancaman yang lebih besar datang.

Hujan deras terus mengguyur sejak malam, membuat volume sungai bertambah cepat.

Menjelang pukul 11.00 WIB, banjir besar tiba. Air membawa kayu-kayu besar dari hulu.

Gelombangnya menyerupai ombak dan langsung menyapu pulau tempat warga tinggal. Rumah-rumah hilang dalam hitungan menit.

Arus deras juga memakan tanah di sisi sungai, membentuk jalur baru. Banyak warga memilih naik ke jembatan Garoga karena dianggap titik paling aman.

Namun, pepohonan besar di dekat jembatan tumbang terseret arus dan mengenai warga yang berkumpul di sana. Beberapa orang terjatuh ke sungai dan hilang terbawa arus.

Setelah air mulai surut sekitar empat jam kemudian, sebagian warga yang melarikan diri ke bukit menyeberangi hutan menuju Desa Aek Ngadol.

Namun banyak keluarga terpisah. Sukrianto adalah salah satu yang kehilangan istri. Ia terus kembali ke rumahnya yang kini tertimbun pasir dan batang kayu, berharap ada petunjuk.

Di Puskesmas Batangtoru, jumlah jenazah terus bertambah. Total 40 korban telah ditemukan, mayoritas dalam kondisi sulit dikenali.

Remaja bernama Adjie juga terus mencari ibunya, memeriksa setiap jenazah yang datang.

Selain Desa Garoga, wilayah Huta Godang dan Aek Ngadol juga mengalami kerusakan parah karena letaknya berada di sepanjang 2,3 kilometer aliran sungai yang diterjang banjir. (*)

 

Editor : Ali Sodiqin
#banjir batangboru #desa garoga #korban jiwa bertambah #banjir bandang sumatera