Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Pemadaman Listrik & Akses Putus! Tantangan Berat Tim SAR di Lokasi Bencana

Fanzha Shefya Yuananda • Selasa, 2 Desember 2025 | 16:20 WIB
SAR gabungan tetap memperluas pencarian warga hilang.
SAR gabungan tetap memperluas pencarian warga hilang.

RADARSITUBONDO.ID – Operasi penyelamatan di wilayah Tapteng dan Sibolga memasuki hari keempat dengan situasi lapangan yang masih penuh tantangan.

Data sementara menunjukkan 2.302 kepala keluarga telah tercatat sebagai terdampak bencana.

Dari angka tersebut, 142 warga dilaporkan selamat, 1.023 dievakuasi, 65 meninggal, dan 84 lainnya belum ditemukan.

Sementara itu, di Tapanuli Selatan terdata 23 warga terdampak, dengan tujuh korban meninggal dan 16 masih hilang.

Kedatangan tim mobile Basarnas di bawah pimpinan Capt dan Bayu memberi tambahan kekuatan di lapangan.

Mereka langsung menggelar rapat koordinasi di Posko Terpadu Tapteng untuk membagi tugas.

Enam tim SAR dibentuk, masing-masing bertanggung jawab di sektor berbeda, mulai dari Hutanabolon, Parombunan, hingga dua posko utama di Sibolga dan Tapteng.

Pergerakan tim juga didukung oleh Armada KN SAR Nakula. Humas Kantor SAR Nias, Asa Waruwu, menyampaikan bahwa seluruh personel yang tiba melalui Pelabuhan ASP Sibolga langsung diarahkan menuju Posko Nakula untuk menerima instruksi lanjutan.

Tim drone khusus ditempatkan di wilayah Tukka dan Hutanabolon untuk memetakan titik-titik yang sulit dijangkau jalur darat.

Namun upaya penyelamatan tidak berjalan mulus. Jalur vital seperti Aek Tolang dan Jembatan Pandan–Carita lumpuh total. Jembatan Anggoli di jalur nasional pun tidak bisa dilewati.

Kondisi infrastruktur yang rusak, pemadaman listrik, cuaca buruk, serta risiko longsor susulan membuat mobilisasi tim SAR harus dilakukan dengan sangat hati-hati.

Sementara itu, beberapa wilayah mulai dapat dilalui karena air mulai surut. Di antaranya Sibuluan Raya, sebagian Sibolga Kota, Sarudik, Pandan, AMD, dan area pesantren.

Meski demikian, tumpukan lumpur dan material banjir masih menjadi hambatan besar.

Warga yang terdampak kini tersebar di sejumlah titik pengungsian.

Di Tapteng, GOR Pandan menjadi pusat pertemuan warga, sedangkan di Sibolga pengungsian berlangsung di SMPN 5 Parombunan dan Gedung Nasional.

Pengungsi juga menempati aula Bank Indonesia, sejumlah masjid, dan beberapa rumah warga.

Operasi SAR gabungan melibatkan puluhan unsur, mulai dari Pos SAR Sibolga, Kansar Nias, Polres, Kodim, hingga Polairud dan KP Antareja.

Sejumlah alat seperti rescue car, perahu LCR, sekoci KN Nakula, drone, alat komunikasi, peralatan medis, serta kantong jenazah disiagakan sepanjang hari. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#korban jiwa #proses pencarian #banjir sibolga #tim sar