Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Jembatan Pandan–Carita Putus! Akses ke Desa Hilang Tertutup Material Banjir

Fanzha Shefya Yuananda • Selasa, 2 Desember 2025 | 16:10 WIB
Wilayah Sibolga dan Tapteng mulai surut di beberapa titik,
Wilayah Sibolga dan Tapteng mulai surut di beberapa titik,

RADARSITUBONDO.ID – Empat hari setelah banjir bandang melanda Tapanuli Tengah, Sibolga, dan sebagian Tapanuli Selatan, jumlah warga terdampak terus bertambah.

Hingga Sabtu (29/11), tercatat 2.302 kepala keluarga masuk data verifikasi.

Dari total itu, 142 warga berhasil selamat sendiri, 1.023 orang dievakuasi, 65 meninggal dunia, dan 84 masih dicari.

Sementara di Tapsel, tujuh warga meninggal dan 16 belum ditemukan dari total 23 korban terdampak.

Situasi pengungsian masih menjadi perhatian utama. Ribuan warga kini tinggal di tenda darurat dan aula yang dijadikan shelter.

Di Tapteng, GOR Pandan menjadi titik utama penampungan. Di Sibolga, warga tersebar di SMPN 5 Parombunan, Gedung Nasional, masjid, aula, hingga pemukiman warga.

Banyak pengungsi hanya membawa pakaian seadanya karena rumah mereka rusak atau hanyut.

Di tengah kondisi tersebut, tim SAR terus menambah kekuatan. Kedatangan tim mobile Basarnas dipimpin Capt dan Bayu menambah dukungan signifikan di lapangan.

Enam tim dibentuk untuk menjangkau wilayah paling terdampak seperti Hutanabolon dan Parombunan. Tim lain disiagakan di posko-posko terpadu serta KN SAR Nakula.

 Baca Juga: Venezuela Minta Dukungan OPEC, Ancaman As ‘Rebut’ Cadangan Minyak dengan Kekuatan Militer

Humas Basarnas Nias, Asa Waruwu, menjelaskan bahwa pemantauan udara menggunakan drone dilakukan sejak pagi.

Wilayah Tukka dan Hutanabolon menjadi prioritas karena masih banyak laporan warga hilang di daerah tersebut.

Sementara tim darat yang berada di posko bergerak memeriksa akses yang mulai dapat dilalui.

Meski beberapa lokasi seperti Sibuluan Raya, sebagian Sibolga, Sarudik, dan Pandan mulai surut, banyak titik lain tetap terisolasi.

Ruas Aek Tolang, Jembatan Pandan–Carita, dan Jembatan Anggoli masih tidak bisa dilewati karena kerusakan parah.

Beberapa fasilitas publik termasuk sekolah dan kantor layanan masyarakat juga ikut terdampak.

Kendala lain seperti listrik padam, jaringan komunikasi terputus, serta cuaca yang tidak stabil membuat penyelamatan harus dilakukan dengan ekstra hati-hati.

Tim SAR gabungan dari berbagai unsur, Pos SAR Sibolga, ABK Nakula, Kansar Nias, Polres, Kodim, hingga Polairud, terus bekerja meski risiko longsor susulan masih tinggi.

Alat operasional mulai dari rescue car, perahu LCR, sekoci, drone, komunikasi, hingga peralatan medis dan kantong jenazah disiagakan di seluruh posko.

Meskipun situasi sulit, para petugas memastikan pencarian dan evakuasi tidak berhenti. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#ulah manusia #banjir sibolga #tim basarnas #pencarian korban #banjir bandang sumatera