RADARSITUBONDO.ID - Tragedi menyedihkan terjadi ketika warga yang terkena dampak banjir dan longsor mengepung Gudang Bulog Sarudik di Kota Sibolga pada Sabtu (29/11).
Dalam insiden penjarahan yang disebabkan oleh krisis pangan akibat wilayah yang terisolasi, empat orang kehilangan nyawa akibat desakan dan tertimpa karung beras.
Lodewik F. S. Marpaung, masyarakat dari Kelurahan Pandan Wangi, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, memberikan konfirmasi mengenai korban yang meninggal dalam kejadian itu.
Ia juga menyebutkan bahwa beberapa warga lainnya masih mendapatkan perawatan di rumah sakit karena cedera akibat kejadian yang mengerikan tersebut.
Baca Juga: Siklon Senyar Bisa Diantisipasi, BMKG: Pemda Harus Siaga, Bukan Sekadar Waspada
Penjarahan berlangsung setelah bencana banjir yang melanda Sibolga dan Tapanuli Tengah pada 24-25 November, yang mengakibatkan putusnya jalur logistik selama lebih dari tiga hari.
Jalan yang terhalang longsor membuat distribusi bantuan makanan terhenti sepenuhnya. Ratusan orang yang telah lima hari kelaparan bergegas menuju gudang dengan harapan mendapatkan makanan.
Dalam rekaman yang beredar luas di media sosial, tampak warga (termasuk anak-anak) mengangkut karung-karung beras dan minyak goreng dari dalam gudang.
Kerumunan itu merobohkan pagar gerbang dan merusak gembok gudang untuk mengambil persediaan makanan yang ada. Jumlah petugas keamanan yang sedikit tidak dapat mengendalikan lautan manusia yang didorong oleh kebutuhan mendesak.
Baca Juga: Raja Charles III Turut Berduka atas Banjir Dahsyat yang Melanda Sumatera
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, melalui Gubernur Bobby Nasution, memastikan bahwa mereka tidak sepenuhnya menyalahkan warga dalam tindakan tersebut mengingat kondisi bencana yang sangat memprihatinkan.
Saat ini, fokus pemerintah adalah memulihkan distribusi bantuan ke daerah yang terisolir melalui jalur udara, terutama menuju daerah Tukka dan Lumut yang masih tidak memiliki akses darat.
Tragedi ini menambah panjang deretan penderitaan yang dialami warga Tapanuli Tengah dan Sibolga pascbencana yang telah merebut ratusan nyawa.
Editor : Ali Sodiqin