Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling ZodiPedia

Bareskrim Investigasi Ribuan Gelondongan Kayu yang Terseret Banjir Bandang Sumatera

Bayu Shaputra • Rabu, 3 Desember 2025 | 18:20 WIB
Bareskrim Polri akan investigasi ribuan gelondong kayu yang hanyut saat banjir bandang di Sumatera.
Bareskrim Polri akan investigasi ribuan gelondong kayu yang hanyut saat banjir bandang di Sumatera.

RADARSITUBONDO.ID - Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri saat ini sedang menyelidiki sumber ribuan batang kayu yang terendam dan terbawa oleh banjir besar di Sumatera.

Isu ini menarik perhatian publik setelah sebuah video yang menjadi viral menunjukkan tumpukan kayu dalam jumlah besar yang tersebar di berbagai tempat, dari aliran sungai hingga tepi pantai.

Brigjen Mohammad Irhamni dari Dirtipidter Bareskrim Polri mengungkapkan bahwa mereka sedang melakukan penyelidikan, namun belum mendapatkan informasi yang jelas tentang asal-usul kayu tersebut.

Banjir yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah mengakibatkan ratusan nyawa melayang.

 Baca Juga: Jalur Kalisat–Penarukan Disiapkan Jadi Prioritas Reaktivasi KAI: Lebih Mudah, Strategis, dan Minim Masalah Lahan!

Kementerian Kehutanan berasumsi bahwa kayu itu mungkin berasal dari area yang dikelola oleh Pemegang Hak Atas Tanah di wilayah yang berbeda.

Dwi Januanto Nugroho, Dirjen Penegakan Hukum Kementerian Kehutanan, menjelaskan bahwa dugaan awal menyiratkan bahwa kayu tersebut adalah hasil tebangan yang sudah usang dan kemudian terhanyut oleh arus banjir.

Namun, Kementerian Kehutanan juga tidak menutup kemungkinan adanya praktik logging ilegal. Hal ini diingat karena sudah pernah ada penemuan terkait pencucian kayu ilegal melalui skema Pemegang Hak Atas Tanah di area yang sekarang terimbas bencana.

 Baca Juga: Data Terkini BNPB, Korban Meninggal Bencana Sumatera Capai 659 Orang, 475 Masih Hilang

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyatakan bahwa mereka akan memanggil delapan perusahaan yang beroperasi di daerah aliran Sungai Batang Toru untuk memberikan klarifikasi.

Perusahaan tersebut mencakup perkebunan kelapa sawit dan pertambangan emas yang ada di zona yang terdampak. Pemerintah akan memanfaatkan citra satelit resolusi tinggi untuk memeriksa keadaan lokasi sebelum terjadinya bencana.

Mendagri Tito Karnavian meminta pihak penegak hukum untuk melakukan penyelidikan secara menyeluruh, mengingat terdapat beragam informasi yang berbeda mengenai asal kayu yang terdampar ini.

Komisi IV DPR RI juga berencana mengadakan rapat khusus pada 4 Desember 2025 untuk membahas penemuan ini dengan Kementerian Kehutanan guna mengungkap kebenaran yang sebenarnya.

Editor : Ali Sodiqin
#banjir dan longsor sumatera #Bareskrim investigasi gelondongan kayu