RADARSITUBONDO.ID - Ribuan Muslim berkumpul kembali di area Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Selasa (2/12/2025) untuk menghadiri Reuni Akbar 212.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 18.00 WIB ini mengusung tema "Revolusi Akhlak untuk Menyelamatkan NKRI dari Penjahat dan Memerdekakan Palestina dari Penjajah".
Figura utama dari Front Pembela Islam, Habib Rizieq Shihab, hadir dengan mengenakan busana putih lengkap dengan sorban dan tongkat khasnya.
Dalam pidatonya di atas panggung, ia mengungkapkan bahwa Indonesia kini berada dalam kondisi darurat akhlak.
Baca Juga: Kompetisi Liga 4 Jatim Akan Bergulir Bulan Ini, 69 Tim Berebut Tiket Putaran Nasional
"Tema Reuni 212 tahun ini adalah revolusi akhlak. Mari kita lindungi NKRI dari penjahat dan terus berjuang untuk melepaskan Palestina dari penjajah," tegas Habib Rizieq.
Ia menekankan adanya peningkatan korupsi, dominasi oligarki, dan permainan mafia politik yang dianggap sebagai penyebab utama kerusakan moral bangsa.
Menurutnya, sekelompok kecil orang telah menguasai kekuatan politik dan ekonomi, bahkan mendapatkan dukungan dari beberapa pihak berwenang.
Melalui revolusi akhlak, ia menyerukan masyarakat untuk membersihkan Indonesia dari praktik korupsi dan kejahatan yang terorganisir.
Baca Juga: Bareskrim Investigasi Ribuan Gelondongan Kayu yang Terseret Banjir Bandang Sumatera
Selain membahas masalah moral bangsa, Reuni 212 juga dimeriahkan dengan doa bersama untuk para korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Ketua Komite Penyelenggara Ahmad Sobri Lubis menyerukan pemerintah untuk menetapkan status bencana nasional mengingat besarnya dampak yang ditimbulkan.
Acara yang diawali dengan salat Maghrib berjamaah ini dihadiri oleh peserta dari berbagai daerah. Panitia menghimbau para jemaah untuk membawa perlengkapan salat serta bendera merah putih dan Palestina sebagai simbol solidaritas.
Kepolisian menyiapkan 2. 511 personel gabungan untuk menjaga keamanan dengan pendekatan yang humanis dan tanpa senjata api.
Semangat persatuan yang menjadi dasar Aksi Bela Islam 212 tahun 2016 dihidupkan kembali dalam reuni ini, untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, wathaniyah, dan insaniyah di tengah perubahan yang berlangsung dalam masyarakat.
Editor : Ali Sodiqin