Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Tidak Ada Penahanan, Kapolri Lepaskan Warga yang Menjarah Minimarket Saat Bencana Sumatera

Bayu Shaputra • Kamis, 4 Desember 2025 | 16:50 WIB
Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo.
Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo.

RADARSITUBONDO.ID - Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menyatakan bahwa semua pelaku yang sebelumnya ditangkap karena dugaan penjarahan minimarket di daerah bencana Sumatera Utara kini telah dibebaskan.

Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah konferensi pers di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Rabu (3/12/2025).

"Hingga kini, tidak ada lagi yang ditahan, semuanya telah kami lepaskan," ujar Kapolri. Ia menjelaskan bahwa polisi memahami kondisi masyarakat yang terpaksa mengambil kebutuhan dasar akibat terhambatnya jalur distribusi bantuan setelah terjadinya banjir bandang dan tanah longsor.

 Baca Juga: Trump Hentikan Imigrasi dari 19 Negara, Myanmar dan Laos Termasuk dalam Daftar

Sebelumnya, Polres Sibolga menangkap 16 orang yang diduga terlibat dalam penjarahan di berbagai minimarket pada hari Sabtu (29/11/2025). Para pelaku yang memiliki inisial MHH (20), SS (24), AZ (27), dan lainnya mengambil berbagai barang seperti minuman siap saji, sosis, gula, sabun, serta makanan ringan.

Kapolri menegaskan bahwa tindakan tersebut bukanlah sebuah kejahatan, melainkan suatu upaya untuk bertahan hidup di tengah keadaan darurat. "Kami juga memahami saat itu mereka hanya membutuhkan bahan makanan," kata Listyo.

Penjarahan terjadi di tujuh minimarket di Kota Sibolga, termasuk Indomaret yang berada di Jalan Singamaraja dan Alfamart di Jalan Imam Bonjol. Insiden ini dipicu oleh keterlambatan bantuan akibat wilayah yang terputus akses dan terisolasi.

 Baca Juga: Wabup Ulfiyah Resmikan Gedung Baru ‘Ar-Rahman’ RS Mitra Sehat, Fasilitas Mewah & Pelayanan Makin Mantap!

Menko PMK Pratikno juga mengklarifikasi isu yang beredar mengenai kerumunan di gudang Bulog Sibolga, menjelaskan bahwa masyarakat sedang menunggu pembagian beras 5 kilogram, bukan melakukan penjarahan.

Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat sejak 24 November 2025 telah menyebabkan ratusan jiwa melayang dan memaksa jutaan orang untuk mengungsi.

Wilayah Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Tapanuli Utara merupakan daerah yang paling parah terkena dampak.

Editor : Ali Sodiqin
#Kapolri Listyo Sigit Prabowo #Penjarahan minimarket di Sumut