RADARSITUBONDO.ID - Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian memberikan berita positif untuk daerah-daerah yang mengalami bencana. Pemerintah menjamin bahwa stok beras untuk bantuan bencana masih sangat cukup dan proses pengambilannya telah dipermudahkan.
Dalam jumpa pers yang berlangsung di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Rabu (3/12), Tito menjelaskan bahwa dari 1,3 juta ton beras Bulog yang harus didistribusikan antara Agustus dan Desember, hanya sekitar 800-900 ribu ton yang telah digunakan, sehingga masih ada sisa 600 ribu ton.
Yang menggembirakan, beras untuk bantuan bencana dapat dikeluarkan tanpa batas sesuai dengan permintaan resmi dari kepala daerah. Prosesnya sangat sederhana dan cepat.
Baca Juga: Trump Hentikan Imigrasi dari 19 Negara, Myanmar dan Laos Termasuk dalam Daftar
Kepala daerah hanya perlu mengirimkan surat permohonan dalam bentuk digital, bahkan melalui WhatsApp, kepada Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman. Selanjutnya, Menteri Amran akan meneruskan persetujuan kepada Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, agar segera diproses.
Tito mengambil contoh pengalaman Lhokseumawe yang menghadapi kesulitan akses karena jalan dan jembatan putus akibat banjir. Setelah Wali Kota mengirimkan surat, dalam waktu kurang dari 24 jam, 100 ton beras langsung didistribusikan oleh Bulog.
Menariknya, saat diperiksa, gudang Bulog Lhokseumawe ternyata menyimpan 28 ribu ton beras, jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan selama sembilan bulan ke depan.
Mendagri mengajak semua kepala daerah yang terdampak bencana untuk segera memeriksa stok di gudang Bulog setempat sebelum meminta pasokan dari provinsi lain. Menurutnya, banyak kepala daerah yang belum menyadari ketersediaan cadangan beras di daerah mereka sendiri.
Pemerintah saat ini juga secara aktif mendistribusikan logistik ke daerah-daerah yang sulit dijangkau melalui berbagai jalur alternatif, memastikan bahwa tidak ada warga yang menjadi korban bencana yang kekurangan pangan.
Editor : Ali Sodiqin