RADARSITUBONDO.ID - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat China, Wang Huning, memulai kunjungan resminya ke Indonesia pada Rabu (3/12).
Kedatangan pejabat senior dari Tiongkok ini disambut oleh Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, Duta Besar RI untuk China, Djauhari Oratmangun, serta Duta Besar China untuk Indonesia, Wang Lutong.
Proses penyambutan berlangsung dengan hangat, di mana pasukan jajar kehormatan memberikan penghormatan resmi, menunjukkan eratnya hubungan antara kedua negara.
Kunjungan yang berlangsung hingga 4 Desember ini menjadi momen penting untuk memperkuat diplomasi antarparlemen dan mengembangkan kemitraan di masa depan.
Baca Juga: Paus Leo XIV Tegur Keras Sentimen Anti-Muslim Eropa Saat Khotbah di Lebanon
Pada hari berikutnya, Kamis, (4/12), Presiden Prabowo Subianto menyambut Wang Huning di Istana Merdeka sekitar pukul 11.30 WIB. Kepala Negara yang mengenakan jas abu-abu menyambut tamu kehormatan yang berpenampilan jas hitam di halaman depan istana.
Kedatangan Wang Huning dimeriahkan dengan Tari Pa'gellu dari Toraja yang dibawakan oleh 12 penari dan pemusik.
Dalam suasana yang akrab, Prabowo menunjukkan foto bayi panda yang baru lahir di Indonesia dan diberi nama Satrio Wiratama.
Pasangan panda tersebut merupakan hadiah dari pemerintah China sepuluh tahun lalu. Kemudian, kedua pemimpin melakukan pertemuan tatap muka sebelum melanjutkan dengan makan siang bersama.
Baca Juga: Diplomasi Alot! 5 Jam Perundingan AS-Rusia Soal Perdamaian Ukraina Tak Membuahkan Hasil
Sebelumnya, Wang Huning bertemu dengan Ketua DPR RI, Puan Maharani, di kompleks parlemen pada Rabu sore. Puan menjelaskan mengenai data perdagangan Indonesia dan China tahun 2024 yang mencapai USD 147,8 miliar, mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun lalu.
Sementara itu, investasi China di Indonesia tercatat mencapai USD 8,2 miliar, menjadikannya sebagai investor asing terbesar ketiga.
Dalam pertemuan selama 30 menit tersebut, beragam isu strategis ikut dibahas, mulai dari bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Asia Tenggara, konflik geopolitik di Timur Tengah, hingga krisis iklim global. Puan menghargai peran aktif China sebagai pengamat di Dewan Perwakilan ASEAN (AIPA).
Kedua belah pihak juga mendiskusikan peningkatan kerjasama antarpenduduk melalui program beasiswa, pertukaran pelajar, dan pendirian pusat studi budaya.
Wang Huning dijadwalkan untuk bertemu dengan pimpinan MPR RI, DPR RI, dan DPD RI guna membahas penguatan kerjasama di bidang ekonomi, sosial budaya, serta kolaborasi dalam isu-isu regional dan global.
Editor : Ali Sodiqin