RADARSITUBONDO.ID - Intensitas hujan yang cukup tinggi yang mengguyur Kabupaten Pasuruan pada Kamis (4/12/2024) menyebabkan terjadinya bencana banjir di Kecamatan Winongan.
Delapan desa harus terendam karena Daerah Aliran Sungai Rejoso tidak dapat menampung volume air yang datang dari bagian hulu.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menginformasikan bahwa daerah yang terendam mencakup Desa Winongan Kidul, Bandaran, Winongan Lor, Sruwi, Prodo, Sidepan, Lebak, dan Mendalan. Data ini diperoleh langsung dari petugas di lapangan yang memonitor situasi secara langsung.
Baca Juga: Paus Leo XIV Tegur Keras Sentimen Anti-Muslim Eropa Saat Khotbah di Lebanon
"Semua laporan berasal dari petugas yang terjun ke lapangan," kata Sugeng dalam penjelasannya. Ia menyebutkan beberapa lokasi mengalami genangan yang cukup parah, terutama di Dusun Jetis, Desa Prodo, dengan air mencapai lebih dari satu meter.
Keadaan ini membuat ribuan penduduk harus berjuang dengan genangan yang terus berubah sejak sore. Kedalaman genangan bervariasi, mulai dari yang kecil hingga yang bisa membahayakan keselamatan.
Beberapa warga memilih untuk tetap tinggal di rumah meski air terus meningkat, sementara yang lainnya mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Baca Juga: Tidak Ada Penahanan, Kapolri Lepaskan Warga yang Menjarah Minimarket Saat Bencana Sumatera
BPBD setempat telah mengerahkan tim untuk menangani dampak banjir. Bantuan berupa nasi bungkus dan alat evakuasi seperti perahu karet sedang didistribusikan ke lokasi-lokasi yang terdampak.
Pihak berwenang juga meminta masyarakat untuk tetap waspada karena hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi untuk terjadi.
Kecamatan Winongan seringkali mengalami banjir serupa setiap tahun saat musim hujan datang, disebabkan oleh kapasitas DAS Rejoso yang terbatas dalam menampung air dari daerah pegunungan.
Editor : Ali Sodiqin