RADARSITUBONDO.ID - Presiden Prabowo Subianto telah meminta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk memproses pemecatan Bupati Aceh Selatan Mirwan MS, yang melaksanakan umrah di saat wilayahnya menghadapi banjir dan longsor.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo ketika ia memimpin rapat terbatas terkait penanganan bencana di Sumatra di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, pada Minggu (7/12/2025).
Dalam pertemuan itu, presiden menghargai para bupati yang hadir dan berupaya keras dalam menangani bencana tersebut.
Baca Juga: Timnas Badminton Putri Indonesia Siap Hadapi Malaysia dalam Semifinal SEA Games
"Kalau yang mau lari lari aja nggak apa-apa, dicopot Mendagri bisa ya, diproses," kata Prabowo. Ia bahkan menyamakan perbuatan itu dengan tindakan membelot dalam militer, yaitu meninggalkan tugas di tengah situasi berbahaya.
"Itu kalau tentara namanya desersi itu dalam keadaan bahaya meninggalkan anak buah aduh itu tidak bisa tuh, sorry tuh, saya nggak mau tanya partai mana" tegasnya.
Kasus ini dimulai ketika foto Mirwan MS yang sedang menunaikan ibadah umrah di Tanah Suci menjadi viral, padahal saat itu ada 11 kecamatan di Aceh Selatan yang sedang berjuang menghadapi banjir dan longsor. Keberangkatan Mirwan bersama keluarganya terungkap melalui unggahan dari biro perjalanan umrah di media sosial.
Baca Juga: Runtuhkan Dominasi Verstappen, Lando Norris Raih Trofi Juara F1 Perdana
Tim pemeriksa dari Inspektorat Jenderal Kemendagri sudah berada di Banda Aceh sejak Sabtu (6/12) untuk melakukan pemeriksaan administratif.
Mirwan yang pada waktu itu masih berada di Arab Saudi telah diperintahkan untuk kembali oleh Mendagri, dan dilaporkan sedang transit di Kuala Lumpur. Pemeriksaan akan dilakukan setelah ia tiba di Banda Aceh.
Baca Juga: Mulai Tanggal Berapa Jalan Tol Prosiwangi Sudah Bisa Dilewati? Catat Waktunya
Partai Gerindra juga mengambil langkah tegas dengan memecat Mirwan dari posisinya sebagai Ketua DPC Gerindra Aceh Selatan.
Sekjen Partai Gerindra, Sugiono, menyatakan bahwa tindakan Mirwan bertentangan dengan tanggung jawab seorang pemimpin.
Editor : Ali Sodiqin