RADARSITUBONDO.ID - Harga emas batangan dari PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menunjukkan peningkatan dalam perdagangannya pada Rabu (10/12).
Emas 24 karat seberat 1 gram tercatat naik Rp 13.000 menjadi Rp 2. 416.000 per gram, dari sebelumnya Rp 2.403.000 per gram.
Kenaikan ini mengembalikan harga emas Antam ke wilayah positif setelah sebelumnya mengalami penurunan sebesar Rp 6.000.
Baca Juga: Gol Ramon Tanque Antar Persib Lolos ke 16 Besar AFC Champions League Two
Menurut data resmi dari Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam, fluktuasi harga dalam seminggu terakhir berkisar antara Rp 2. 403. 000 hingga Rp 2. 416.000 per gram.
Untuk ukuran terkecil, yaitu 0,5 gram, harga ditetapkan sebesar Rp 1.258.000. Sedangkan, ukuran 5 gram dijual dengan harga Rp 11.855 000 dan 10 gram seharga Rp 23 655.000. Sementara itu, ukuran terbesar, yaitu 1 kilogram (1. 000 gram) mencapai Rp2.356.600.000.
Baca Juga: Villarreal Gagal Raih Poin Pertama, Kalah Dramatis 2-3 dari Copenhagen di Kandang Sendiri
Harga beli kembali (buyback) juga mengalami peningkatan sebesar Rp 13.000 per gram, sehingga menjadi Rp 2.276.000. Dengan demikian, selisih antara harga jual dan buyback saat ini berada di angka Rp 140. 000 per gram.
Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34/PMK. 10/2017, transaksi buyback dengan total di atas Rp 10 juta dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemilik NPWP dan 3 persen untuk yang tidak memiliki NPWP. Pajak tersebut akan dipotong langsung dari nilai buyback.
Baca Juga: Arsenal Tundukkan Club Brugge 3-0, Raih Kemenangan Keenam Beruntun di Liga Champions
Di pasar internasional, harga emas spot mengalami penurunan ringan sebesar 0,1 persen menjadi USD 4.207,39 per troy ounce akibat penguatan dolar Amerika. Emas berjangka untuk pengiriman Februari 2026 tetap stabil di USD 4. 236,6 per ounce.
Perlu diperhatikan, pembaruan resmi harga emas Antam dilakukan setiap hari pada pukul 08.30 WIB di situs Logam Mulia. Mengacu dari laman resmi Logam Mulia, per Kamis (11/12) harga emas belum berubah.
Editor : Ali Sodiqin