RADARSITUBONDO.ID - Presiden Prabowo Subianto melawat posko pengungsi yang terletak dekat Jembatan Aceh Tamiang pada Jumat (12/12/2025) dan menyampaikan permohonan maaf kepada para pengungsi atas bantuan yang belum sepenuhnya disalurkan.
Dalam acara tersebut, Prabowo didampingi oleh Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi, Gubernur Aceh Muzakir Manaf, serta Kepala BNPB Letjen Suharyanto.
Juga hadir sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Baca Juga: Haru! Kakek 71 Tahun Bersimpuh di Pengadilan, Minta Dibebaskan dari Kasus Burung Cendet Baluran
Presiden meminta para pengungsi untuk bersabar karena pemerintah masih berupaya keras menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada di lapangan.
Prabowo secara khusus mengakui bahwa tidak semua kepala keluarga telah mendapatkan pasokan listrik karena sistem di Kabupaten Aceh Tamiang masih dalam proses perbaikan.
Prabowo menjelaskan bahwa infrastruktur listrik di beberapa lokasi masih mengalami kerusakan akibat banjir, tetapi perbaikan terus berlangsung.
Dia menekankan meskipun kondisi di lapangan sangat menantang, pemerintah akan tetap berusaha untuk mengatasinya secara kolektif.
Presiden juga menyampaikan pesan penting mengenai pentingnya menjaga lingkungan. Ia menekankan perlunya pengawasan ketat terhadap kegiatan ilegal berupa penebangan pohon dan meminta pemerintah daerah untuk lebih waspada dalam menjaga alam agar insiden serupa tidak terulang di masa depan.
Masalah kelistrikan di Aceh setelah terjadinya banjir dan longsor memang menjadi tantangan besar. PT PLN menghadapi berbagai kesulitan akibat akses yang terputus dan kerusakan besar-besaran pada sistem kelistrikan.
Bahkan, material seberat 35 ton untuk memperbaiki tower harus diangkut dengan helikopter karena jalan darat tidak dapat diakses.
Kunjungan Presiden Prabowo kali ini mencerminkan perhatian serius pemerintah terhadap pemulihan keadaan pascabencana di Aceh, meskipun masih banyak tugas yang harus diselesaikan untuk mengembalikan kehidupan masyarakat seperti semula.
Editor : Ali Sodiqin