Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Istri Minta Uang Beli Beras, Kakek Masir Terpaksa ke Hutan Baluran: Pengakuan Anak Bikin Haru!

Moh Humaidi Hidayatullah • Sabtu, 13 Desember 2025 | 03:13 WIB
CARI KEADILAN: Ustad Rusmadi, 50, menghadiri sidang pembelaan sang bapak di Pengadilan Negeri (PN) Situbondo, Kamis (11/12).
CARI KEADILAN: Ustad Rusmadi, 50, menghadiri sidang pembelaan sang bapak di Pengadilan Negeri (PN) Situbondo, Kamis (11/12).

RADARSITUBONDO.ID - Pengakuan Rusmadi, Anak Masir, Terdakwa Pemburu Lima Burung Cendet, Ke Hutan Baluran Setelah Istri Minta Uang untuk Beli Beras

Masir terpaksa menangkap burung Cendet di kawasan Hutan Konservasi Baluran untuk memenuhi kebutuhan pokok.

Berawal saat istrinya meminta uang untuk membeli beras. Itu disampaikan Rusmadi, 50, putra terdakwa pencurian lima burung Cendet.

Rusmadi mengatakan, Masir sudah lama tidak berburu burung di kawasan Hutan Baluran.

Karena usianya sudah tua. Dia juga memiliki penyakit sesak nafas. Anak-anaknya juga sudah melarang.

"Kalau cerita dari ibu saya, bapak terpaksa cari penghasilan karena tidak punya uang untuk beli beras. Itu saat mau berangkat cari burung ternyata ibu saya minta uang untuk beli beras," ujar Rusmadi.

Rusmadi yang memiliki puluhan santri tersebut mengaku, bapak dan ibunya adalah orang tidak mampu.

Bahkan rumahnya juga berdiri tegak setelah mendapar bantuan dari pemerintah. Kehidupan setiap hari sangat susah.

"Kalau tahu rumah bapak saya, sangat memprihatinkan. Kocar kacir rumah bapak dan ibu saya. Sudah miskin masih dihukum," kata Rusmadi sambil menangis.

Dia menceritakan, datang ke PN memakai jas hitam pemberian bapaknya.

Jas tersebut bakal dikembalikan jika bapaknya bisa bebas dari tahanan.

"Ini jas yang saya pakai dibelikan bapak saat saya mondok. Ini jaket hasil bapak saya kerja nyangkul saat masih sehat," tutur Rusmadi.

Dia berharap penegak hukum dan pejabat terkait untuk membebaskan kakek Masir.

Sebab pelanggaran Masir tergolong ringan dan tidak merusak kawasan konserfasi.

"Pak bupati bantu bapak saya, Buk abub bantu bapak saya. Saya mohon. Intinya pada semua pejabat saya mohon," tegas Rusmadi, mengiba. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
#burung cendet #hutan baluran