RADARSITUBONDO.ID - Presiden Prabowo Subianto mengadakan pertemuan koordinasi dengan beberapa menteri dalam Kabinet Merah Putih di rumahnya yang terletak di Hambalang, Bogor, pada Minggu (14/12/2025).
Pertemuan ini bertujuan untuk membahas langkah cepat dalam menghadapi bencana yang terjadi di wilayah Sumatera.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa rapat ini diadakan setelah Presiden Prabowo melakukan kunjungan langsung ke area yang terdampak bencana di Sumatera.
Dalam arahannya, Presiden menekankan betapa pentingnya percepatan pembangunan tempat tinggal sementara dan rumah tetap untuk semua warga yang terpengaruh.
Baca Juga: Dua Tentara AS dan Warga Sipil Tewas dalam Serangan ISIS di Suriah
Prabowo menyoroti pentingnya pemenuhan kebutuhan dasar bagi para pengungsi secara menyeluruh. Ia meminta agar tambahan alat berat dan truk air minum, penyediaan air bersih, serta toilet portabel, ditingkatkan, terutama di lokasi yang paling parah terkena dampak.
"Presiden ingin Menteri PU memastikan semua pengungsi mendapat kebutuhan tersebut," tuturnya Teddy seperti yang dikutip dari rilis resmi.
Hingga tanggal 14 Desember 2025, data dari BNPB mencatat bahwa korban jiwa akibat bencana di Sumatera telah mencapai 1.016 orang, dengan 212 orang masih hilang dan 624.670 jiwa mengungsi.
Banjir dan longsor telah melanda tiga provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Kementerian Pekerjaan Umum telah mengerahkan lebih dari 100 unit alat berat serta ratusan personel untuk mendukung penanganan darurat.
Di Aceh, sebanyak 31 alat berat telah dikerahkan, sementara di Sumatera Barat, 38 unit alat berat diturunkan untuk mengatasi dampak banjir dan longsor di berbagai daerah.
Di samping membahas penanganan bencana, rapat tersebut juga membahas persiapan pemerintah menghadapi liburan akhir tahun, termasuk stabilitas ketahanan pangan serta harga-harga kebutuhan pokok.
Editor : Ali Sodiqin