RADARSITUBONDO.ID - Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan ketahanan energi dengan meminta kepada pemimpin daerah Papua untuk menanam tanaman seperti kelapa sawit, tebu, dan singkong.
Tanaman ini akan digunakan untuk membuat bahan bakar yang dapat diperbarui. Pesan ini disampaikan saat pertemuan di Istana Negara pada Selasa (16/12).
Baca Juga: Tanggapi Kemarahan Fans, FIFA Sediakan Tiket Murah untuk Seluruh Pertandingan
Papua dianggap memiliki banyak potensi untuk mengembangkan bahan baku bioenergi yang bisa menghasilkan bahan bakar minyak dan etanol.
Kelapa sawit akan diubah menjadi bahan bakar minyak, sementara tebu dan singkong akan diolah menjadi etanol. Prabowo menargetkan dalam lima tahun ke depan, semua daerah bisa mandiri dalam hal pangan dan energi.
Baca Juga: Resmi Cerai! Raisa-Hamish Daud Akhiri Pernikahan di Pengadilan Jakarta Selatan
Program ini diharapkan bisa mengurangi pengeluaran negara hingga ratusan triliun rupiah yang biasanya digunakan untuk subsidi dan impor bahan bakar minyak. Setiap tahun, Indonesia menghabiskan Rp520 triliun untuk impor bahan bakar minyak.
Dengan menanam kelapa sawit, singkong, tebu, serta memanfaatkan energi matahari dan air, pemerintah percaya bisa menghemat ratusan triliun setiap tahun.
Baca Juga: Pengumuman UMP 2026 Ditargetkan Sebelum Akhir Tahun, Ini Jadwalnya
Menteri ESDM melapor bahwa mulai tahun depan, Indonesia tidak akan lagi mengimpor solar dari luar negeri, dan dalam waktu empat tahun, diharapkan juga tidak perlu mengimpor bensin. Dengan begitu, kemandirian energi Papua menjadi sangat penting untuk keamanan nasional.
Editor : Ali Sodiqin