RADARSITUBONDO.ID - Sidang kakek Masir di Pengadilan Negeri (PN) Situbondo diwarnai dengan aksi damai anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).
Mereka menyuarakan agar majelis hakim bisa memberi vonis ringan terhadap terdakwa pencurian lima ekor burung cendet. Bahkan puluhan aktivis tersebut menggalang dana yang diberikan kepada keluarga kakek Masir.
Ketua Komisariat PMII STAINH, Moh. Hari Huzaini menegaskan, kehadirannya ke PN untuk memberikan dukungan terhadap kakek Masir yang sudah dituntunt dua tahun penjara hanya gara-gara menangkap burung di kawasan hutan Baluran.
Padahal dalam persidangam kakek Masir sudah mengaku tangkapan tersebut hanya untuk membeli beras.
“Aksi damai ini bukanlah bentuk intervensi terhadap lembaga peradilan, melainkan wujud partisipasi masyarakat dalam mengawal jalannya hukum agar tetap berlandaskan nurani dan keadilan sosial,” ungkap Hariri.
Dikatakan, PMII hadir bukan menjadi pahlawan. Namun ingin memberikan support terhadap kakek Masir agar tetap tenang dalam menjalani hukuman di Rutan. Setidaknya dengan banyaknya organisasi masyarakat yang mendukung, bisa membuat para keluarga Masir semakin yakin, bahwa hukum di Indonesia masih disertai pertimbangan kemanusiaan dan keadilan sosial dalam setiap keputusan.
“Kami menyerukan kepada aparat penegak hukum dan majelis hakim untuk mempertimbangkan fakta hukum secara menyeluruh. Jangan hanya stagnan pada pasal yang sudah ada tapi juga melihat alasan kakek masir yang mencuri untuk menyambung hidup di usianya yang sudah 71 tahun,” katanya.
Dalam aksi tersebut tidak hanya fokus kepada orasi. Kader PMII juga menggelar galang dana di area PN dan hasilnya diberikan langsung kepada istri kakek Masir.
“Alhamdulillah saat kami galang dana banyak yang memberi. Artinya dari ratusan orang pengunjung PN rata-rata peduli pada kakek Masir. Hasil galang dana sudah saya berikan pada istri kakek Masir,” tutur Hariri.
Ustat Rusmadi putra kakek Masir, mengaku tidak menyangka kasus bapaknya menjadi atensi publik dan didukung semua pihak.
Termasuk ada dari PMII yang turun ke lapangan untuk memberi dukungan terhadap kakek Masir.
“Jujur saya sangat terimakasih pada adik-adik mahasiswa, sampek banyak orang dan membela bapak saya juga ngasi uang. Saya sangat berterimakasih pada semua pihak, adik-adik PMII juga. Saya tidak menyangka kalau kasus bapak saya bakal banyak didukung seperti ini,” tutup Rusmadi. (hum/pri)
Editor : Edy Supriyono