RADARSITUBONDO.ID - Perundingan perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat pada Selasa (23/12) membuahkan hasil kesepakatan antara kedua belah pihak.
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu dengan Duta Besar USTR Jamieson Greer di Washington DC dan keduanya berhasil mencapai kesepakatan penting dalam dokumen yang disebut Agreement on Reciprocal Trade (ART).
Baca Juga: Total 2.304 Miras di Situbondo Dimusnahkan Polisi, Warganet: Yang Mahal Disimpan
Yang paling signifikan adalah besaran pengecualian untuk produk-produk unggulan Indonesia, seperti kelapa sawit, kopi, kakao, dan teh, dari tarif timbal balik sebesar 19%.
Keputusan ini sangat penting untuk melindungi industri yang padat karya dan mendukung lima juta pekerja. Di sisi lain, Amerika Serikat meminta akses ke mineral penting dari Indonesia sebagai bagian dari kesepakatan ini.
Baca Juga: Termasuk Jalan Tol Prosiwangi, Berikut 4 Ruas Tol yang Dibuka Gratis Secara Fungsional saat Nataru
Kedua negara sepakat untuk menyelesaikan draf perjanjian ini pada minggu kedua Januari 2026, dan berharap bisa resmi ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto dan Donald Trump pada akhir Januari.
Duta Besar Indonesia untuk AS, Dwisuryo Indroyono Soesilo, mengatakan bahwa KBRI di Washington sedang menghitung hari untuk mempersiapkan kunjungan Presiden.
Tarif yang ditetapkan sebesar 19% adalah penurunan yang sangat besar dari ancaman tarif awal sebesar 32% dan menjadikan Indonesia sebagai negara dengan tarif terendah di Asia Tenggara, lebih rendah dari Vietnam (20%), Filipina (20%), dan Thailand (36%).
Editor : Ali Sodiqin