Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Tragis di Situbondo! Pasutri dan Anak Ditemukan Tewas Bersimbah Darah, Leher Sama-Sama Tersayat

Moh Humaidi Hidayatullah • Senin, 29 Desember 2025 | 02:57 WIB
TRAGEDI MAUT: Tiga jenazah Mohammad Hasim, 58,  Suningsih, 38,  dan Umi Rahmania, 19, warga Desa Demung, Kecamatan Besuki, berada di kamar Jenazah RSUD Situbondo, Minggu (28/12).
TRAGEDI MAUT: Tiga jenazah Mohammad Hasim, 58, Suningsih, 38, dan Umi Rahmania, 19, warga Desa Demung, Kecamatan Besuki, berada di kamar Jenazah RSUD Situbondo, Minggu (28/12).

RADARSITUBONDO.ID - Pasangan suami istri (pasutri) Mohammad Hasyim, 58, Suningsih, 38, dan putrinya Umi Rahmania ,19, warga Desa Demung, Kecamatan Besuki, ditemukan tewas bersimbah darah, Minggu (28/12). Tiga jenazah sama-sama mengalami luka sayat pada bagian leher. Untuk mengungkap insiden tersebut polisi masih menunggu hasil otopsi tiga jenazah.

Sekitar pukul 7.00 salah satu saksi Abdur, 60, ayah kandung Suningsih mengantarkan pesanan tempe ke rumah putrinya. Namun saat mengetuk pintu, tak ada respon dari penghuni rumah.

Abdur yang memang sering keluar masuk rumah Suningsih langsung menuju pintu samping rumah. Kebetulan tidak dikunci. Begitu masuk, dia sudah menemukan jenazah menantunya di dalam kamar mandi.

"Yang suami mati dalam kamar mandi, yang putri saya dan cucu saya  meninggal di dalam kamar tidur," kata Abdur singkat.

Kasatreskrim Polres Situbondo AKP Agung Hartawan, mengatakan, dari hasil pemeriksaan awal di TKP, ditemukan tiga korban meninggal dunia di dalam rumah dengan lokasi yang berbeda.

“Benar, petugas menemukan tiga orang dalam kondisi meninggal dunia. Ketiganya merupakan satu keluarga,” ujar AKP Agung

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, para korban diduga mengalami luka di bagian leher. Di lokasi kejadian, petugas juga menemukan sebilah pisau yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut. Untuk mengungkap motif pembunuhan butuh waktu.

“Untuk penyebab pasti kematian dan jenis luka, kami masih menunggu hasil autopsi dari RSUD Abdoer Rahem Situbondo,” ucap AKP Agung.

Dikatakan, hasil olah TKP sementara polisi tidak menemukan tanda-tanda kehilangan barang milik korban. Rekaman kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di area rumah saat ini juga sedang diperiksa, meski diduga tidak aktif atau mati saat kejadian.

"Dari pagi hingga sore kami masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku dan motif di balik peristiwa tersebut. Sejumlah saksi sedang dimintai keterangan, dan garis polisi telah dipasang di sekitar lokasi kejadian," tutup Agung.

Informasi dihimpun Jawa Pos Radar Situbondo, pelaku pembunuhan diduga kuat adalah Hasyim. Sebab, dalam beberapa pekan terakhir sering terdengar cekcok mulut antara Hasyim dan Suningsih.

Hasyim asal Kabupaten Pamekasan, diduga sering menjual aset milik Suningsih. Padahal, hubungannya dengan Suningsih masih berstatus nikah siri. Bahkan dalam satu pekan terakhir ramai ingin menjual rumah yang ditempati.

"Hasyim ini pendatang dan masih nikah siri. Emang sering tengkar. Mungkin itu tengkar lagi bahas mau jual tanah sampai bunuh istri dan anak tiri, habis itu bunuh diri," tutur warga sekitar yang enggan namanya dikorankan. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
#pembunuhan #pasutri