Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Tragedi Satu Keluarga di Besuki, Tiga Jenazah Dimakamkan Terpisah Beda Daerah

Moh Humaidi Hidayatullah • Selasa, 30 Desember 2025 | 03:07 WIB
PEMULANGAN JENAZAH: Jenazah Niah, 18, warga Desa Demung, Kecamatan Besuki, dipulangkan dari kamar jenazah RSUD Situbondo, Senin (29/12).
PEMULANGAN JENAZAH: Jenazah Niah, 18, warga Desa Demung, Kecamatan Besuki, dipulangkan dari kamar jenazah RSUD Situbondo, Senin (29/12).

RADARSITUBONDO.ID - Tiga jenazah pasangan suami istri (pasutri) Mohammad Hasyim, 58, Suningsih, 38, dan putrinya Umi Rahmania, 18, warga Desa Demung , Kecamatan Besuki, dipulangkan dari kamar jenazah RSUD Situbondo, Senin (29/12) pukul 9.30. Ketiganya dimakamkan di tempat yang berbeda.

Jenazah Mohammad Hasyim dijemput oleh putra kandung dan kerabatnya untuk dimakamkan di tempat kelahirannya, Kabupaten Pamekasan, Madura. Dia dibawa ke Pamekasan menggunakan mobil siaga pribadi milik salah satu pengusaha rokok.

Suningsih dipulangkan menggunakan ambulance RSUD Situbondo. Dia  langsung dimakamkan di TPU, tepat di utara rumahnya sekitar pukul 10.00. Sedangkan Umi Rahmania dibawa pulang ke rumah neneknya setelah ada permintaan dari ayah kandungnya.

“Kalau Umi Rahmania ini dimakamkan di TPU dekat rumah nenek. Pemakamannya bisa saja malam, karena masih menunggu kedatangan sang ayah kandung yang masih dalam proses perjalanan pulang dari Maluku,” ujar salah satu paman Rahmania yang mewanti-wanti agar namanya tidak dikorankan.

Pantauan Koran Jawa Pos Radar Situbondo, saat kedua keluarga besar Suningsih dan Mohammad Hasyim berkumpul di area kamar jenazah RSUD tampak akur. Kedua belah pihak saling menguatkan atas insiden maut yang terjadi dalam satu keluarga tersebut. Saat Ambulance sama-sama keluar dari RSUD kedua belah pihak berpelukan dan sama-sama menangis.

“Saya masih saudara dengan Hasyim, tapi sejak malam hingga pagi belum mengetahui penyebab kematian Hasyim maupun istri Hasyim. Keluarga Hasyim dan keluarga Suningsih sama-sama menunggu hasil keputusan dari polisi. Tapi kalau otopsi sudah, makanya tiga jenazah sudah bisa dibawa pulang ke rumah masing-masing,” ucap pria yang juga enggan namanya dikorankan.

Pria berkumis tipis itu menceritakan, jika Hasyim dan Suningsih sudah menjalin hubungan selama 15 tahun. Pekerjaan selama di tanah jawa fokus jual beli tembakau. Konon usahanya sempat untung besar. Namun satu tahun kemudian sering rugi.

“Saya tidak tahu pasti kisah saudara saya ini, karena jarak kami jauh. Kami hanya tahu kalau Hasyim usaha tembakau,” katanya. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
#pembunuhan satu keluarga di Situbondo