RADARSITUBONDO.ID - Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak mengungkapkan rasa kemarahannya setelah sejumlah baut dari jembatan bailey di Teupin Mane, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh, dicuri oleh orang yang tidak dikenal.
Kejadian pencurian ini terjadi pada Sabtu (27/12), dan baru diketahui oleh prajurit TNI AD pada hari berikutnya.
Jembatan sementara yang memiliki panjang 35 meter ini menghubungkan Desa Awe Geutah Paya dan Desa Teupin Reudeup, serta berperan sebagai jalur alternatif untuk perjalanan dari Banda Aceh ke Medan setelah jembatan utama di Kuta Blang runtuh akibat banjir.
Pembangunan jembatan ini dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum bekerja sama dengan Yonzipur TNI AD dan masyarakat setempat, dan resmi mulai beroperasi pada 18 Desember yang lalu.
Baca Juga: Tragedi Satu Keluarga di Besuki, Tiga Jenazah Dimakamkan Terpisah Beda Daerah
Jenderal Maruli menyatakan bahwa ia merasa terkejut karena ada orang yang berani melakukan tindakan yang mengganggu di tengah situasi darurat.
Ia bahkan merasa sulit untuk tidur membayangkan apa yang dapat terjadi jika masalah ini tidak segera ditangani. Beruntunglah, baut yang hilang telah dipasang kembali oleh petugas di lapangan, sehingga jembatan dapat berfungsi dengan baik dan aman bagi pengguna.
TNI AD kini lebih waspada dalam mengawasi semua jembatan bailey agar insiden serupa tidak terjadi lagi.
Editor : Ali Sodiqin