RADARSITUBONDO.ID - Kakek Masir akhirnya bisa keluar dari rumah tahanan (Rutan) Kelas IIB Situbondo, Jumat (9/1). Begitu menghirup udara bebas, dia langsung disambut keluarga besarnya, dari anak hingga cucu.
Kakek Masir keluar dari pintu Rutan pukul 8.14, bersama dengan sejumlah kuasa hukumnya. Satu langkah keluar dari pintu rutan, kakek Masir langsung menghadap ke kiblat bersujud syukur atas kebebasannya.
Begitu bangun dari sujud syukur, kakek Masir menangis. Itu setelah dirinya melihat istri, anak, cucu, dan saudara-saudaranya hadir ke Rutan. Kakek Masir pun tak kuasa menahan tangis bahagia hingga memukuli dadanya. “Terimakasih sudah menjemput saya, saya mohon maaf, saya mohon maaf,” ucap Masir saat memeluk erat istrinya.
Kata Masir, sebelum keluar dari tahanan sudah mendapat banyak nasihat dari Kepala Rutan Situbondo. Salah satunya disuruh berhenti mengunjungi Hutan Baluran agar tidak tergiur dengan burung lagi.
“Saya sudah diingatkan oleh Kepala Rutan, kalau sudah bebas jangan mengulangi perbuatan lagi, kalau perlu jangan sampai ke Hutan Baluran lagi biar tidak memburu burung lagi. Peringatan itu akan saya ingat. Saya tidak mungkin berburu burung lagi,” katanya.
Kepala Rutan Situbondo Suwono menerangkan, Kakek masir sudah diberi bekal untuk bisa bekerja begitu tiba di rumah. Yaitu membuat semacam kerajinan yang bisa menghasilkan uang. Salah satunya merakit sapu lidi.
“Kalau di dalam rutan kakek cendet ini ya tidak pernah melanggar, jarang komunikasi juga tidak pernah melanggar. Baik-baik saja lah. Sejak masuk juga tidak pernah sakit. Karena kakek cendet ini sudah tua, ya nanti bisa kerja kerajinan, semoga saja ada orang yang ngasi modal,” tutup Suwono. (hum/pri)
Editor : Edy Supriyono