RADARSITUBONDO.ID – Puluhan warga tampak menikmati suasana berbeda di eks pendapa Bupati Besuki yang baru saja selesai dipugar. Pendapa yang kini bernama Ki Pate Alos itu indah dipandang mata dan nyaman untuk bersantai dan berfoto.
Meski belum diresmikan, lokasi tersebut sudah banyak disinggahi warga untuk mengabadikan momen. Desain kolonial tetap dipertahankan membuat kejayaan Besuki yang pernah menjadi nama Karisidenan di daerah tapal kuda seolah bangkit kembali.
Pantauan Jawa Pos Radar Situbondo sejak pagi hari, warga silih berganti singgah di lokasi tersebut. Mereka terlihat bersantai, berfoto, serta menikmati pemandangan yang sebelumnya tidak pernah mereka rasakan.
Sebelum dipugar, tempat itu hanya berfungsi sebagai lokasi menunggu bus atau halte. Hampir tidak ada warga yang ingin berkunjung atau bersantai di sana. Bahkan, banyak yang tidak mengetahui bahwa bangunan tersebut merupakan bagian dari sejarah peninggalan Belanda, yakni pendapa bupati Besuki.
“Sebelum diperbaiki, siapa yang mau berkunjung ke sini. Tempatnya sepi, kumuh, jelek, bahkan terasa menakutkan meski siang hari,” kata Vega, salah seorang pengunjung Pendopo Pate Alos, Minggu (11/1).
Vega menambahkan, setelah dilakukan renovasi, bukan hanya dirinya, tetapi banyak warga lain yang tertarik mengunjungi tempat yang kini mendadak viral tersebut.
Menurutnya, bangunan eks pendapa Besuki kini terlihat sangat indah. Memberikan suasana seperti di luar daerah yang masih mempertahankan bangunan peninggalan Belanda. “Ini masih belum diresmikan, tapi sudah banyak yang datang untuk foto-foto dan bersantai. Setiap hari terlihat ramai,” imbuhnya.
Sebagai warga asli Besuki, Vega mengaku bersyukur memiliki bangunan bersejarah yang kini kembali dihidupkan. Dari luar, pendapa tersebut tampak seperti bangunan keraton masa silam dengan ciri khas arsitektur zaman kolonial. “Alhamdulillah, sangat bersyukur diperbaiki. Selain bisa melihat bangunan zaman dulu, suasananya juga terasa sangat adem,” jelasnya.
Dia berharap masyarakat ikut menjaga hasil renovasi yang dilakukan pemerintah, baik dari segi kebersihan maupun fasilitas yang telah disediakan. “Mudah-mudahan warga ikut menjaga agar tetap bagus dan terus ramai dikunjungi,” ujarnya.
Hal yang sama juga disampaikan Yanto, warga lainnya. Ia mengatakan, sejak mulai diperbaiki, kawasan tersebut hampir setiap hari ramai pengunjung. Bangunan yang sebelumnya terkesan mati kini kembali hidup. “Dari pagi sampai malam selalu ramai. Padahal belum diresmikan. Katanya bulan ini mau diresmikan,” ucapnya.
Yanto menambahkan, sebelum direnovasi, hampir tidak ada yang mau berkunjung atau berfoto di lokasi tersebut. Namun kini, pendopo itu selalu dipadati pengunjung. “Sangat bersyukur bisa diperbaiki. Pastinya nanti Eks pendapa Bupati Besuki akan semakin dikenal lagi,” tambahnya. (rif/pri)
Editor : Edy Supriyono