Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Ketua Komisi IV DPRD Situbondo Nilai Pengangkatan Pegawai SPPG Jadi PPPK Terlalu Dini dan Tak Etis

Moh Humaidi Hidayatullah • Jumat, 16 Januari 2026 | 20:33 WIB
KETUA KOMISI IV DPRD: M. Faisol
KETUA KOMISI IV DPRD: M. Faisol

RADARSITUBONDO.ID – Ketua Komisi IV DPRD Situbondo, M. Faisol, tidak sependapat dengan rencana rencana pemerintah pusat mengangkat pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Langkah tersebut dinilai terlalu dini dan tidak etis. Bahkan, akan menyakiti para honorer yang telah bertahun-tahun mengabdi, namun belum juga diangkat jadi PPPK.

Bagi, politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut pengangkatan pegawai SPPG sebagai PPPK terkesan terlalu cepat. Program SPPG baru berjalan sekitar satu tahun. “Keputusan itu terlalu cepat dan tidak etis menurut saya. Banyak yang sudah mengabdi puluhan tahun, tapi belum juga diangkat menjadi PPPK. Sementara ini (SPPG) baru satu tahunan,” ujarnya.

Faisol menambahkan, pemerintah seharusnya melakukan pengangkatan PPPK bagi mereka yang telah lama mengabdi, baik tenaga guru maupun tenaga teknis daerah. Ia juga mengusulkan agar pegawai paruh waktu dijadikan penuh waktu. “Saya tidak sepakat. Lebih baik pemerintah mengangkat mereka yang sudah puluhan tahun mengabdi. Yang paruh waktu juga seharusnya dijadikan penuh waktu,” jelasnya.

Menurut Faisol, meskipun yang diangkat hanya sebagian pegawai atau mereka yang menduduki jabatan strategis seperti kepala dapur, ahli gizi, dan lainnya, hal tersebut tetap perlu dikaji secara matang. Ia menilai masa pengabdian harus menjadi pertimbangan utama. “Walaupun yang diangkat itu berada di posisi strategis, tetap harus dilihat seberapa lama mereka mengabdi kepada negara. Kalau masih terlalu dini, ini terkesan terburu-buru,” tegasnya.

Faisol juga menilai kebijakan tersebut kurang memiliki empati terhadap para honorer yang telah bertahun-tahun mengabdi, namun hingga kini belum juga diangkat menjadi PPPK. Ia meminta agar keputusan tersebut benar-benar dikaji ulang agar tidak menimbulkan kontroversi di masyarakat. “Kasihan mereka yang sudah puluhan tahun mengabdi, sudah berkali-kali ikut seleksi, kadang lolos, kadang tidak. Ini harus benar-benar dikaji ulang,” pungkasnya. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
#SPPG #DPRD Situbondo #pppk